News
·
25 Februari 2021 20:07

Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas Sejauh 1,5 Km

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas Sejauh 1,5 Km (70605)
Guguran material vulkanik Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (24/2/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Gunung Merapi yang berada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) teramati mengeluarkan satu kali guguran awan panas pada Kamis (25/2) sore.
ADVERTISEMENT
Luncuran guguran awan panas tersebut teramati sejauh 1,5 kilometer dari puncak ke arah bawah.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 25 Februari 2021 pukul 16.52 WIB," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangannya, Kamis (25/2).
Ia menjelaskan awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 37 mm dan durasi 115 detik.
Sementara itu, tinggi kolom asap tidak teramati. Kemudian untuk jarak luncur ke bawah diketahui mengarah ke barat daya.
"Tinggi kolom tidak teramati karena puncak berkabut, estimasi jarak luncur 1500 m ke arah barat daya," jelasnya.
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas Sejauh 1,5 Km (70606)
Guguran lava terlihat dari Lapangan Boyong, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
Selain itu, laporan BPPTKG periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi mengalami 28 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer ke arah barat daya.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada periode pengamatan 06.00-12.00 WIB teramati 4 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer ke arah barat daya. Sementara pada periode 12.00-18.00 WIB guguran lava teramati 1 kali dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer ke arah barat daya.
Hingga saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada tingkat Siaga (Level III).
Rekomendasi potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak.
Sementara lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.