Ilustrasi vaksin corona-vaksin COVID-19
16 November 2020 12:04

Guru Besar Unpad Jawab Isu Mutasi Virus Corona Bikin Vaksin Tak Efektif

Guru Besar Unpad Jawab Isu Mutasi Virus Corona Bikin Vaksin Tak Efektif (355330)
Guru Besar FK Unpad Prof Cissy Kartasasmita. Foto: Dok. FMB9ID IKP
Isu soal vaksinasi corona terus bermunculan. Soal keamanan hingga nilai manfaat yang ditimbulkan.
ADVERTISEMENT
Salah satu isu yang juga ramai dibahas adalah mengenai mutasi virus corona di Indonesia. Yang sejauh ini terekam adalah mutasi SARS-CoV-2 menjadi D164G, diklaim 10 kali lebih menular.
Bukan cuma itu, mutasi ini juga disebut-sebut bisa mempengaruhi efikasi (kemanjuran) vaksin. Benarkah demikian?
"Jadi gini, mutasi memang ada, tapi mutasi ini belum terlalu menyebabkan sifatnya berbeda," kata Guru Besar FK Unpad Prof Cissy Kartasasmita dalam diskusi yang ditayangkan di Youtube FMB9ID_ IKP, Senin (16/11).
Cissy menegaskan, vaksin yang dikembangkan di dunia sejauh ini masih memakai satu jenis virus, yakni SARS-CoV-2 yang ditemukan akhir 2019.
Guru Besar Unpad Jawab Isu Mutasi Virus Corona Bikin Vaksin Tak Efektif (355331)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Vaksin di dunia diambil dari virus di Wuhan, China. Dan hasil dilaporkan sampai sekarang tidak ada yang berbeda. Semua menghasilkan imunougenitas, efikasi, dan keamanan yang sama.
--Prof Cissy Kartasasmita
Kata dia, belum ada penelitian yang menyebut ada mutasi yang terlalu hebat. Jadi protein yang ada di SARS-CoV-2 masih sama.
ADVERTISEMENT
Struktur protein utama SARS-CoV-2 adalah protein nukleokapsid (N), protein matriks (M), glikoprotein spike (S), protein envelope (E) selubung, dan protein aksesoris lainnya.
"Kita belum tahu mutasi hebat sehingga ada perubahan total. Sampai saat ini masih sama, hanya bagian kecil dan bukan dari target pengembangan vaksin," tutup Cissy.