Guru SMK di Jakarta Pukul Siswa karena Emosi soal Pemalakan, Polisi Selidiki

16 Agustus 2022 14:24
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
ADVERTISEMENT
Polres Jakarta Pusat masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Pusat berinisial H kepada muridnya.
ADVERTISEMENT
Polisi saat ini akan mendatangi sekolah dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
"Kita masih melakukan penyelidikan, kita sudah periksa tiga orang saksi termasuk saksi pelapor. Rencananya hari ini kita akan mendatangi pihak sekolah untuk meminta keterangan dari pihak sekolah," terang Kapolsek Sawah Besar, Kompol Patar Bona, saat dikonfirmasi Selasa (16/8).
Bona mengungkapkan hasil penyelidikan sementara, bahwa memang benar telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh guru ke seorang siswa. Sementara aksi pemalakan yang menjadi sebab pemukulan itu masih diselidiki.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Mereka (para saksi) hanya menyebutkan kalau korban ditanya sama oknum guru soal pemalakan itu, tapi korban jawabnya enggak tahu. Kemudian langsung dipukul. Tapi mereka mengakui adanya pemukulan oleh oknum guru," ujar Bona.
ADVERTISEMENT
Bona mengungkapkan, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Jumat (11/8) siang. Ketika itu, murid yang berinisial R dipanggil oleh gurunya untuk ditanyai soal aksi pemalakan. Kepada guru itu, R mengaku tak tahu hingga akhirnya terjadi penganiayaan.
"Berdasarkan keterangan dari korban, yang bersangkutan dipanggil ke ruang olahraga, kemudian ditanyakan perihal adanya pemalakan, yang bersangkutan menjawab tidak tahu. Sehingga terlapor emosi," katanya.
Setelah mendapat penganiayaan berupa pemukulan tersebut, R yang langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/8) lalu di dampingi orangtuanya.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum pelapor sembari menggali keterangan dari pihak sekolah. "Kita cari keterangan dulu dari pihak sekolah, kalau sudah dapat nanti dikembangkan termasuk pemeriksaan gurunya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020