kumparan
15 Jun 2018 19:59 WIB

Gus Yahya Bicara Posisi RI di Konflik Israel-Palestina

Gus Yahya di Israel (Foto: Facebook/@TrumanHebrewU )
Katib Aam Nahdlatul Ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya kembali menyuarakan pandangannya tentang Palestina dan Israel. Kali ini dia bicara soal hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel yang tak pernah terwujud.
ADVERTISEMENT
Hal yang disampaikannya itu termuat dalam sebuah wawancara dengan The Israel Project, Kamis (14/6) waktu setempat. Dalam wawancara itu, Gus Yahya menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan Jurnalis Israel, Talia Dekel. Wawancara itu pun dilakukan di Hotel Astoria, Israel. Rekaman wawancara tersebut kemudian diunggah sebagai sebuah podcast di Radio streaming Tunein pada Kamis (14/6).
Menurut Gus Yahya, hal yang menyebabkan Indonesia tidak menjalin hubungan dengan Israel adalah adanya keengganan untuk berpikir lebih jauh. Dalam hal ini, orang-orang hanya terperangkap pada stigma yang buruk mengenai Israel.
"Orang pada umumnya tak pernah berpikir secara mendalam akan masalah yang sebenarnya terjadi. Orang-orang juga sebetulnya tak memiliki gambaran yang jelas tentang Israel dan Palestina," ujar Gus Yahya menjawab pertanyaan Talia Dekal.
ADVERTISEMENT
The Israel Project sendiri merupakan sebuah organisasi nonpemerintah di Israel yang didirikan sejak 2002. Organisasi itu berupaya untuk menciptakan cara pandang baru terhadap Israel. Organisasi itu juga menentang segala hal mengenai antisemitisme.
Gus Yahya di Israel (Foto: Facebook/@TrumanHebrewU )
Lebih lanjut, kata Gus Yahya, hal yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini justru niat untuk berpikir lebih dalam. Hubungan diplomatik pun bukan sesuatu yang harus dirisaukan juka niatnya untuk menciptakan perdamaian.
"Orang-orang hanya butuh berpikir mendalam tentang hal ini. Terlebih berpikir untuk mengarahkannya ke upaya perdamaian," tambah dia
Gus Yahya juga tak menampik bahwa Israel kerap diasosiasikan sebagai penjajah Palestina. Hal itu, kata dia, memang merupakan sebuah sejarah kelam yang pernah dilakukan Israel di masa lalu.
ADVERTISEMENT
"Saya tahu bahwa Israel itu buruk di masa lalu, saya juga tahu rakyat Palestina mendapat perlakuan yang buruk. Tapi yang kita butuhkan sekarang adalah membicarakan masa depan," tegasnya.
Gus Yahya di Israel (Foto: Facebook/@TrumanHebrewU )
Untuk kesekian kalinya, Gus Yahya juga menyampaikan kepada Talia bahwa kedatangannya ke Israel sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel. Hal yang dapat dilakukannya adalah dengan datang dan berdialog secara langsung.
"Saya ingin melihat perdamaian yang masih hidup. Saya juga melihat harapan itu masih ada. Jadi saya harus melakukannya karena saya ingin perdamaian. Kalau kau ingin perdamaian, maka kau harus berbicara kepada mereka semua. Jangan hanya berbicara dengan satu sisi saja," pungkasnya.
Sebelumnya, kedatangan Gus Yahya ke Israel mendapatkan kecaman keras dari para tokoh dan politisi di dalam negeri. Pemerintah Palestina bahkan turut mengecam kedatangan Gus Yahya ke Israel dan menyebutnya telag menyakiti hati rakyat Palestina.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan