Habib Rizieq Bicara Soal Dorongan Rekonsiliasi

Banyak penilaian yang muncul setelah Habib Rizieq Syihab pulang kembali ke Indonesia. Salah satunya, dorongan untuk melakukan rekonsiliasi.
Masukan itu ditanggapi Rizieq saat memimpin pengajian pertama setelah tiba di Indonesia, tepatnya di markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, dan diunggah di channel Youtube FrontTV, Selasa (10/11).
"Kalau ada yang mengatakan Habib Rizieq bisa enggak ke depan kita lakukan rekonsiliasi? Saya katakan sekali lagi, rekonsiliasi hanya bisa berdiri atas dasar niat dan tekad yang baik. Tapi kalau rekonsiliasi berdiri atas dasar kecurangan, kezaliman, kejahatan saudara tidak mungkin," jelas Rizieq.
Tidak ada rekonsiliasi kalau kezaliman dibiarkan.
--Habib Rizieq
Dalam kesempatan itu, Imam besar FPI itu menegaskan, para ulama dan habaib tidak ada masalah dengan pemerintah. Dia menegaskan, mereka bukan musuh pemerintah dan negara.
"Sekali lagi kita yang ada di sini habaib, ulama, sekali lagi kita bukan musuh pemerintah. Kita bukan musuh negara, kita bukan musuh tentara, kita bukan musuh polisi," tutur dia.
"Kita musuh kezaliman, kita musuh kecurangan. Kita musuh kemunafikan, kita musuh segala kejahatan, betul? Tidak ada kompromi melawan kezaliman, kemunafikan, kejahatan, tidak ada kompromi," tambah dia.
Habib Rizieq menuturkan tidak akan segan berterima kasih dan memberiksan apresiasi kepada pemerintah bila kebijakan dan sikap yang diambil memang baik. Misalnya, saat Menko Polhukam Mahfud MD mempersilakan warga untuk menjemput.
Jadi jangan nanti diplintir kita musuh negara, musuh pemerintah, musuh menteri, enggak ada. Kita enggak bersaing untuk cari jabatan ko. Kita enggak bersaing cari jabatan, kita bukan orang partai, kita bukan pejabat, bukan anggota DPR, enggak. Kita hanya menginginkan negara ini baik.
--Habib Rizieq

