kumparan
26 Juni 2018 20:04

Habiburokhman Bawa Saksi-saksi Baru soal 'Mudik Neraka 2018'

Habiburokhman di Bareskrim Polri (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)
Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman membawa saksi baru yang membenarkan pernyataannya terkait "Mudik Neraka 2018". Selain Sopirnya, Suparto, saksi-saksi tersebut adalah anggota Tim Advokasi Gerindra Rudi Hermanto dan anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ahmad Fatoni.
ADVERTISEMENT
"Saat tanggal 13 Juni 2018 itu, sekitar jam 09.00 WIB, saya keluar dari arah Tangerang ke Merak, dari Gerbang Tol Merak. Dari situ, kendaraan stuck, enggak bisa gerak, sehingga saya terpaksa matiin mesin," kata Rudi, dalam konferensi pers yang digelar Habiburokhman di Restoran Dunkin Donuts, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).
Rudi yang setiap tahunnya rutin mudik ke kampung halamannya di Lampung, mengatakan, dalam perjalanan, ia melihat mobil Jeep Wrangler milik Habiburokhman. Bahkan, mobil milik Rudi di dalam kapal ke Bakauheni, juga parkir berdekatan dengan mobil tersebut.
"Nah, pas di jalan itu, saya familiar sama mobil Bang Habiburokhman, sampai naik kapal. Pas dalam kapal saya ketemu mobil beliau, pelatnya itu digit belakangnya GRD. Saya lihat dari dekat, dari kaca, kok Bang Habib enggak ada, malah penuh barang gitu di dalam mobilnya," katanya.
ADVERTISEMENT
Dari pengakuan Habiburokhman sebelumnya, mobil itu memang dikendarai Suparto. Sedangkan saat itu, Habiburokhman memang tidak berada di lokasi dan memilih mudik ke Lampung dengan pesawat. Kondisi 'mudik neraka' yang diklaimnya, didapatkan dari keluhan Suparto lewat pesan singkat.
SMS Habiburokhman dengan sopirnya (Foto: Dok. Habiburokhman)
Menurut Rudi, suasana di dalam kapal penuh sesak. Seluruh bangku dan ruangan ber-AC di kapal itupun penuh, sehingga, ia dan keluarganya terpaksa menggelar koran untuk duduk di lorong kapal.
"Biasanya, pas mudik itu macetnya di sekitar area pelabuhan. Tapi ini luar biasa sekali macetnya, dari gerbang keluar tol menuju gerbang pelabuhan sampai 4 jam lamanya, anak-anak saya sampai teriak-teriak kepanasan, karena mesin mobil saya matiin jadi terpaksa saya nyalakan mesin dengan risiko bensin habis," beber Rudi.
ADVERTISEMENT
Senada dengan Rudi, Ahmad Fatoni yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, turut merasakan 'mudik neraka' yang diucapkan Habiburokhman. Ia bahkan mengaku memiliki foto-foto dan video bagaimana kondisi di dalam kapal saat itu.
"Saya punya foto dan video di dalam kapal. H-5 lebaran saya mudik itu, kapal penuh di ruang AC, koridor-koridor juga penuh, AC enggak dingin. Saya duduk di lorong dan enggak pakai tikar, saya bahkan parkir pas tangga naik, saya punya foto-fotonya. Kalau digambarkan sebagai neraka, ya seperti itu lah," ucap Toni.
Habiburokhman di Bareskrim Polri (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)
Selain Suparto, Rudi dan Toni, Habiburokhman mengaku memiliki seorang saksi lain yang merasakan hal serupa.
"Kemarin pas halalbihalal Anies-Sandi (Gubernur dan Wakil Gubernur DKI) di rumah dinas saya, ketemu ibu-ibu yang merasakan hal serupa, inisialnya E. Beliau itu mudik ke Palembang tanggal 12 Juni (2018) sekitar jam 23.00 WIB, itu macet," tutur Habiburokhman menambahkan.
ADVERTISEMENT
"Beliau bersedia menjadi saksi, tapi ya namanya ibu-ibu, yang harus diantar anaknya, saya belum sempat menghadirkannya di sini," ungkapnya.
Danick Danoko di Mapolda Metro Jaya (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
Ucapan Habiburokhman berbuntut panjang usai dilaporkan ke polisi oleh seorang mahasiswa bernama Danick Danoko. Habiburokhman dianggap menyebar berita bohong alias hoaks terkait pernyataannya itu. Terlebih, menurut Danick, Habiburokhman tidak berada di lokasi saat ia menyebut 'mudik neraka'.
"Saya hanya ingin mengedukasi masyarakat bahwa katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah," tutur Danick sebelumnya.
Merasa tak terima disebut bohong, Habiburokhman pun melaporkan balik Danick ke Bareskrim Polri. Danick dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan pengaduan palsu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan