News
·
14 Januari 2021 21:59

Hasil SAR Sriwijaya Air Hari ke-6: Kantong Jenazah Berisi Body Parts Tambah 98

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hasil SAR Sriwijaya Air Hari ke-6: Kantong Jenazah Berisi Body Parts Tambah 98 (24801)
Petugas medis mendorong keranda jenazah, di RS Polri, Jakarta, Senin (11/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Hasil operasi SAR insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di hari keenam, Kamis (14/1), membuahkan banyak hasil. Setidaknya ada 112 temuan terdiri dari kantong jenazah dan kantong puing pesawat yang didapatkan tim gabungan.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini sangat kontras dibandingkan dengan operasi hari kelima kemarin karena cuaca buruk.
"Cuaca hari ini cukup bagus dan operasi SAR berjalan dengan lancar," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya (purn) Bagus Puruhito membuka konferensi pers di posko evakuasi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1).
Hasil SAR Sriwijaya Air Hari ke-6: Kantong Jenazah Berisi Body Parts Tambah 98 (24802)
Kepala Basarnas Brigjen (purn) Bagus P memberikan keterangan pers di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Bagus kemudian merinci temuan tersebut. "Kita mendapatkan dapat 98 kantong jenazah yang berisi body parts atau human remain, serpihan kecil badan pesawat 9 kantong dan potongan pesawat besar 5 bagian," kata Bagus.
Ratusan temuan itu, kata Bagus, didapatkan berbagai penyelam dari Basarnas, TNI AL, Bakamla, hingga Polri.
Dengan begitu, total hingga Kamis (14/1) pukul 20.00 WIB, operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 sudah berhasil mengevakuasi 239 kantong jenazah yang berisi body parts, 40 kantong berisi serpihan kecil pesawat, dan 33 potongan besar pesawat.
Hasil SAR Sriwijaya Air Hari ke-6: Kantong Jenazah Berisi Body Parts Tambah 98 (24803)
Bagian besar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 diturunkan dari kapal Polairud di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Selain itu juga, Flight Data Recorder (FDR) black box yang ditemukan pada 12 Januari lalu.
ADVERTISEMENT
Bagus memastikan operasi SAR akan kembali berlangsung esok hari. Selain korban, tim SAR juga akan mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) serta puing pesawat lainnya.
"Terima kasih untuk pelaksanaan operasi SAR ini kepada seluruh stakeholder yang bantu dari TNI, Polri, Bakamla, KPLP dan lain-lain yang tidak bisa disebut satu-satu. Mudah-mudahan besok berjalan lancar mohon doa restunya," kata Bagus.
Hasil SAR Sriwijaya Air Hari ke-6: Kantong Jenazah Berisi Body Parts Tambah 98 (24804)
Sejumlah tas berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Operasi SAR ini mulai memasuki hari-hari terakhir. Pasalnya, sesuai aturan, batas maksimal pencarian adalah 7 hari yang berakhir pada Jumat (15/1) besok. Meski demikian, Bagus mengatakan ada kemungkinan operasi diperpanjang tiga hari lagi.
"Untuk pelaksanaan operasi SAR sendiri bahwa tadi pagi jam 11 saya mengikuti rapat bersama Menhub serta stakeholder lain terkait operasi SAR gabungan Sriwijaya Air ini, bahwa dimungkinkan apabila besok masih belum ada hasil yang optimal kita akan perpanjang dengan perpanjangan pertama selama tiga hari," kata Bagus.
Hasil SAR Sriwijaya Air Hari ke-6: Kantong Jenazah Berisi Body Parts Tambah 98 (24805)
Kapal Riset Baruna Jaya IV (kanan) melintas di samping KRI Semarang-594 (kiri) saat melakukan penyisiran di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB, setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data manifes, pesawat nahas itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Saat ini baru 12 jenazah penumpang dan kru pesawat yang teridentifikasi.