Hikmahanto soal Menlu Rusia Hadiri G20 Bali: Jangan Kaget Negara Barat Walk Out

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menghadiri pertemuan para Menlu G20 yang digelar di Bali, Indonesia, pada 7 dan 8 Juli 2022. Kehadiran Lavrov banyak ditanggapi negatif oleh Barat.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto, menyebut, kehadiran Lavrov sangat mungkin memicu aksi walk out dari para anggota G20 lainnya.

"Jangan terkejut bila saat Menlu Rusia menyampaikan pendapat, Menlu negara Barat akan walk out," kata Hikmahanto kepada kumparan, Kamis (7/7).

Ketegangan antara Rusia dan Barat bermula sejak Negara Beruang Merah itu melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari. Barat telah menjatuhkan sanksi ekonomi sebagai konsekuensi atas agresi tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov Foto: REUTERS/Remo Casilli

Tak hanya itu, Barat mengusulkan agar Rusia dikeluarkan dari keanggotaan G20. Namun, Rusia tidak mengindahkan ancaman tersebut. Mereka tetap tampil berani dalam menghadiri serangkaian agenda G20 di Indonesia.

Menanggapi keberanian Rusia, Menlu Amerika Serikat, Antony Blinken, menegaskan akan semaksimal mungkin menghindari pertemuan dengan Rusia.

Sedangkan Menlu Jerman, Annalena Baerbock, mengatakan bahwa Rusia tidak boleh diizinkan menggunakan pertemuan G20 sebagai platform untuk mendukung aksi perangnya di Ukraina.

"Adalah kepentingan kita semua untuk memastikan bahwa hukum internasional dipatuhi dan dihormati. Itu adalah kesamaan," kata Baerbock, dikutip dari Reuters.

Penulis: Sekar Ayu.