Kumparan Logo
Ilustrasi vaksin corona-vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin corona.

Hindari Vaksin Corona Palsu, Bio Farma Akan Tempel Barcode Khusus

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin. Foto: KPCPEN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin. Foto: KPCPEN

Vaksin jadi solusi paling dekat untuk mengatasi pandemi virus corona yang hingga kini terus diupayakan pemerintah. Beberapa perusahaan yang memproduksi vaksin corona seperti AztraZeneca dari Inggris hingga Sinovac dari China telah diupayakan pemerintah Indonesia untuk mengamankan jatah vaksin.

Mengantisipasi beredarnya produk vaksin corona tiruan atau palsu di masyarakat, Direktur Digital Health Care Bio Farma, Soleh Ayubi, memastikan pihaknya akan membuat ciri berbentuk barcode pada botol vaksin yang sulit untuk dipalsukan.

"Untuk proses yang berkaitan dengan alokasi, di solusi digitalnya sendiri ada beberapa, yang pertama, berkaitan dengan penempelan barcode terhadap botol atau vial vaksin, nanti juga akan ada penempelan barcode dari boksnya," ujar Soleh dalam konferensi pers, Selasa (24/11).

Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock

Selain menjadi penanda satu jenis produk, penyematan barcode dimaksudkan Bio Farma untuk menjamin keaslian vaksin. Barcode itu, kata Soleh, juga menyimpan informasi detail yang dibutuhkan pasien atau dokter untuk mengetahui kandungan dalam vaksin tersebut.

"Digital solution tujuannya ada beberapa hal, yang penting adalah terkait dengan keaslian. Tiga atau empat tahun lalu kan ada berita tentang vaksin palsu. Itu kita akan menghindari dengan penempelan barcode, akan digunakan secara mudah bagi calon pasien atau tenaga kesehatan, tinggal di-scan nanti akan muncul informasi detailnya," ucap Soleh.

Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock

Selain untuk membedakan asli atau tidaknya suatu produk, pemberian barcode, menurut Soleh juga dimaksudkan untuk memudahkan proses penelusuran dari produk vaksin tersebut.

Sehingga dari penanda itu nantinya, diharapkan Bio Farma dapat menjadi alat monitoring proses distribusi vaksin dan siapa saja pihak yang mendapatkannya.

"Distribusi ini sangat rumit, source-nya limited, semua orang rebutan, kita ingin mendapat gambaran yang realtime terhadap distribusi ini. Vaksinnya ada di mana, siapa yang mengangkut," ungkap Soleh.

Infografik cara RI memenuhi kebutuhan vaksin corona. Foto: Shutterstock