kumparan
26 Agustus 2019 12:56

Hizbullah Janji Balas Serangan Israel

Pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah. Foto: AFP/ANWAR AMRO
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menuduh Israel melancarkan serangan drone ke ibu kota Lebanon, Beirut. Atas kejadian tersebut, Nasrallah berjanji akan balas dendam.
ADVERTISEMENT
Hizbullah merupakan kelompok yang masuk dalam daftar hitam terorisme oleh Israel dan Amerika Serikat. Kelompok pergerakan Syiah itu adalah aktor politik utama di Lebanon dan pendukung perang Suriah.
Tuduhan yang dilontarkan Nasrallah terkait dengan serangan Israel ke Suriah akhir pekan lalu. Kala itu, Israel menyerang beberapa titik di Suriah untuk mencegah serangan Iran.
Menurut Nasrallah serangan Israel ke Suriah juga mengarah ke salah satu wilayah di Beirut. Akibatnya, dua orang anggota Hizbullah tewas.
Pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah (tengah). Foto: AFP/ANWAR AMRO
Serangan Israel membuat Nasrallah naik pitam. Dia menyebut, serangan Israel merupakan tindakan provokatif pertama usai perang antara Israel dan Hizbullah berakhir 2006 lalu.
Nasrallah menyatakan, Israel telah terbukti melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, terkait perang sipil di Lebanon. Oleh karenanya, pihak Hizbullah akan melakukan berbagai cara demi mencegah serangan serupa terjadi di masa depan.
ADVERTISEMENT
"Waktu pesawat Israel membombardir Lebanon sudah berakhir. Saya katakan kepada tentara Israel di perbatasan, malam ini bersiap dan tunggu kami," sebut Nasrallah, seperti dikutip dari AFP, Senin (26/8).
"Kejadian malam lalu tidak akan terlupa," tegas dia.
Sebelumnya, militer Lebanon telah mengatakan, bahwa ada dua pesawat Israel yang melanggar wilayah udara negaranya. Pesawat itu terbang di atas Beirut lalu merusak sebuah kantor media.
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menegaskan, apa yang dilakukan Israel adalah ancaman bagi stabilitas keamanan di Lebanon.
Hingga kini, Israel tak mau membalas komentar Hizbullah dan Pemerintah Lebanon.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo meminta pemerintah Lebanon menahan komentar provokatif. AS-Israel dikenal sebagai sekutu dekat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan