kumparan
search-gray
News13 Februari 2020 22:35

HNW: WNI eks ISIS yang Tidak Bakar Paspor dan Tak Perang Gimana Nasibnya?

Konten Redaksi kumparan
PTR - TOLAK PEMULANGAN WNI EKS ISIS
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/2). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) mendukung keputusan pemerintah tak memulangkan WNI Eks ISIS dari Suriah. Namun, ia tetap memiliki pertanyaan kepada pemerintah.
ADVERTISEMENT
Dia mempertanyakan nasib WNI di Suriah yang tidak ikut membakar paspor dan tidak ikut berperang bersama ISIS.
"Mereka yang kemudian berangkat karena diajak, bukan karena kehendak mereka sendiri atau mungkin karena tertipu, di sana mereka tidak ikut berperang, mereka tidak membakar paspor, mereka juga ingin pulang ke Indonesia. Kalau mereka ingin pulang ke Indonesia, ini bagaimana?" kata HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2)
Saat ini pemerintah membuka peluang memulangkan anak-anak yatim di bawah 10 tahun. Wakil Ketua MPR itu kemudian mempertanyakan bagaimana dengan anak berumur 11 hingga 20 tahun yang ke Suriah bukan kehendaknya dan tidak melakukan apa-apa.
"Menurut saya penting betul pemerintah kembali pada konstitusi, di dalam konstitusi tentu ada hak warga yang kemudian bisa gugur, ada hak warga yang tetap menjadi bagian dari hak warga bangsa Indonesia," ujarnya.
LIPUTAN KHUSUS, GBHN, Garis-garis Besar Haluan Negara, Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kendati demikian, untuk mereka yang telah terbukti terlibat ISIS, membakar paspor dan sudah menegaskan Indonesia sebagai negara thogut, menurut Hidayat wajar tak dipulangkan.
ADVERTISEMENT
"Karenanya wajar pemerintah Indonesia tidak memulangkan mereka dan tidak menerima mereka kembali ke Indonesia," ujarnya.
Dia mendorong pemerintah melakukan kajian yang lebih luas terkait WNI eks ISIS. Jika ada WNI yang tidak melakukan apa-apa di Suriah menurutnya ada baiknya diberi peluang diperbolehkan pulang ke Indonesia.
Namun, HNW meminta pemerintah perlu membuat langkah antisipasi sehingga mereka tak membawa virus ISIS ke Indonesia.
"Dan mereka belum dicabut kewarganegaraan Indonesia tentu negara perlu mempertimbangkan lebih serius lagi. Tapi jelas sekali kita menolak ISIS, menolak penyebaran terorisme, radikalisme, kami dalam konteks MPR apalagi jelas, jalan kami adalah NKRI, jalan kami adalah demokrasi, PKS juga demikian," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white