Hoaxbuster Staf Pusat AS Tolak Vaksin Corona

Hoaxbuster: 50% Staf Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Tolak Vaksin

31 Mei 2021 9:58
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
Beredar sebuah klaim sebanyak 40 hingga 50 persen karyawan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menolak vaksin corona. CDC merupakan lembaga bagian dari BPOM Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Klaim itu beredar di Facebook. "Rakyat Amerika yang memutuskan tidak terima vaksin dipermalukan. Tapi laporan baru-baru ini, sekitar 40-50% karyawan, CDC, FDA (BPOM Amerika Serikat), menolak vaksin menurut Fauci, Marks," tulis akun Facebook tersebut.
Hoaxbuster: 50% Staf Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Tolak Vaksin (268890)
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster: Separuh Staf Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Tolak Vaksin Corona. Foto: Facebook

Cek Fakta

Dikutip dari USA Today, informasi itu bersumber dari sidang senat yang digelar pada 11 Mei 2021 yang membahas penanganan pandemi corona di Amerika Serikat.
Dalam sidang itu, Fauci, Marks, Direktur CDC Rochelle Walensky, dan David Kessler, Kepala Petugas Sains dari tim tanggapan COVID-19 Gedung Putih, memberikan laporan terkait corona.
Di sela-sela persidangan, Senator Richard Burr mempertanyakan kepada Fauci tentang berapa persentase pegawai di badan kesehatan masyarakat yang telah divaksinasi.
"Saya tidak yakin 100 persen. Tapi saya pikir mungkin sedikit lebih dari setengah, mungkin sekitar 60 persen," jawab Fauci kepada senator.
ADVERTISEMENT
Burr mengajukan pertanyaan yang sama kepada Marks. Ia mengatakan dia tidak bisa memberikan jumlah pasti dari karyawan FDA yang divaksinasi tetapi dalam kisaran yang sama, 60 persen.

Kesimpulan

Jadi, klaim sebanyak 40 hingga 50 persen karyawan CDC menolak vaksin merupakan hoaks. Sebab, dalam sidang senat hal yang dibahas adalah jumlah karyawan yang baru disuntik vaksin, bukan karyawan yang menolak divaksin. Mereka yang sudah divaksin adalah sekitar 60 persen sebagaimana dijelaskan Fauci dan Marks.