Hoaxbuster Angka Kematian Vaksin di Australia Lebih Tinggi

Hoaxbuster: Angka Kematian Akibat Vaksin di Australia Lebih Tinggi dari Corona

23 November 2021 10:55
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Hoaxbuster angka kematian vaksin di Australia lebih tinggi daripada corona. Foto: Factcheck/AFP dan kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster angka kematian vaksin di Australia lebih tinggi daripada corona. Foto: Factcheck/AFP dan kumparan
ADVERTISEMENT
Beredar klaim yang menyebutkan kasus kematian akibat vaksin COVID-19 di Australia lebih tinggi dibandingkan dengan corona itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Klaim itu disebut berasal dari lembaga resmi DAEN yang dikelola oleh regulator obat, TKA Australia. Temuan itu kemudian diunggah dalam sebuah artikel di website.
Dalam artikel itu disebut, ada sebanyak 602 kematian akibat vaksin. Sementara itu, kasus kematian karena corona sejumlah 587. Data itu diperoleh dari 21 Februari 2021, saat Australia mulai meluncurkan vaksin, hingga 14 Oktober 2021.
"Lebih banyak orang Australia yang meninggal karena Vaksin COVID-19 daripada yang meninggal karena COVID-19 pada tahun 2021 menurut data resmi," tulis klaim tersebut.

Cek Fakta

Dikutip dari AFP, data dari DAEN tidak selalu berkaitan dengan vaksin. Dalam laman lembaga itu disebutkan, efek samping kejadian bukan berarti terkait dengan obat/vaksin.
ADVERTISEMENT
Dalam data DAEN, ada sebanyak 606 laporan terkait vaksinasi pada 14 Oktober. Meski begitu, kasus yang betul-betul terkait dengan vaksinasi lebih rendah. Juru bicara TGA mengatakan hanya sembilan laporan kematian akibat vaksinasi.
"Sejauh ini, TGA telah menemukan 9 laporan kematian yang terkait dengan imunisasi dari 597 laporan yang diterima dan ditinjau. Sebagian besar kematian yang dilaporkan ke TGA setelah vaksinasi terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas," kata juru bicara TGA kepada AFP.

Kesimpulan

Jadi, klaim yang menyebutkan angka kematian akibat vaksin di Australia lebih tinggi daripada COVID-19 tidaklah benar alias hoaks.