Hoaxbuster Data Jumlah Efek Samping Sejumlah Vaksin dari WHO

Hoaxbuster: Data Jumlah Efek Samping Sejumlah Vaksin dari WHO

25 November 2021 10:11
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Hoaxbuster: Data Jumlah Efek Samping Sejumlah Vaksin dari WHO
 Foto: facebook.com/jonwardmd/
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster: Data Jumlah Efek Samping Sejumlah Vaksin dari WHO Foto: facebook.com/jonwardmd/
ADVERTISEMENT
Beredar data yang mencatut VigiAccess dari Lembaga Organisasi Kesehatan (WHO) yang memperlihatkan nama vaksin beserta jumlah reaksi (efek samping).
ADVERTISEMENT
Dalam foto itu ada sejumlah nama vaksin seperti Rubella dan Hepatitis. Masing-masing nama vaksin itu ada data berisi angka yang menunjukkan jumlah efek samping. Selain itu, ada juga tahun data tersebut dikumpulkan.
"Jadi apakah kamu akan mengambil obat [vaksin] dari WHO yang telah menyebabkan efek samping lebih dari 5.000 selama lebih dari 20 tahun?," tulis pengguna Facebook terkait data tersebut.

Cek Fakta

Dikutip dari Reuters, angka-angka tersebut dinilai akurat sesuai dengan data VigiAccess per 12 November 2021. Akan tetapi, data itu hanya menunjukkan efek samping. Untuk mengetahui hubungan lebih lanjut hubungan vaksin dan efek samping perlu penelitian lebih lanjut.
Juru bicara WHO menegaskan informasi dari VigiAccess tak boleh ditafsirkan secara langsung. Artinya, angka-angka itu hanya laporan yang diterima. Angka itu tidak menunjukkan vaksin atau obat tidak aman.
ADVERTISEMENT
"Mengkonfirmasi hubungan sebab akibat adalah proses kompleks yang membutuhkan penilaian ilmiah menyeluruh dan evaluasi terperinci dari semua data yang tersedia. Informasi di situs web ini, oleh karena itu, tidak mencerminkan hubungan yang dikonfirmasi antara produk obat dan efek samping," ujar juru bicara tersebut kepada Reuters.
“VigiAccess tidak dapat digunakan untuk membandingkan profil keamanan produk obat yang berbeda dan VigiAccess tidak dapat memberikan konteks yang memadai untuk memungkinkan perbandingan tersebut," pungkasnya.

Kesimpulan

Jadi, angka-angka yang ada di laporan itu tidak semua berkaitan langsung dengan efek samping vaksin/obat. Klaim itu salah konteks.
Banyak berita palsu yang beredar di masyarakat seputar vaksin corona. kumparan melakukan cek fakta demi meluruskan kabar tersebut.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten