Hoaxbuster: Hoaks Anak di Toronto Diberi Vaksin COVID-19 Tanpa Izin Orang Tua

12 Juni 2021 15:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
Sebuah unggahan video di media sosial menampilkan sejumlah orang tengah melakukan protes vaksin COVID-19.
ADVERTISEMENT
Caption dalam unggahan tersebut menyebut sebuah klinik COVID-19 di Toronto memikat anak-anak agar mau menerima vaksinasi tanpa persetujuan orang tua, sehingga warga melakukan protes.
Disebutkan, klinik tersebut menawarkan es krim kepada anak-anak sementara petugas kepolisian memastikan orang tua anak tersebut berada di luar klinik.
Berikut narasi unggahan tersebut:
Klinik vaksin pop-up di Kanada yang menawarkan es krim untuk anak-anak dengan imbalan vaksin, tidak perlu izin orang tua. Polisi menjaga bagian depan untuk menghentikan orang tua melakukan campur tangan.
Hoaxbuster: Hoaks Anak di Toronto Diberi Vaksin COVID-19 Tanpa Izin Orang Tua (275651)
zoom-in-whitePerbesar
Hoaks klinik vaksin COVID-19 di Toronto memikat anak-anak menerima vaksin tanpa persetujuan orang tua. Foto: kumparan

Cek Fakta

Faktanya, video yang diunggah tersebut menunjukkan sekelompok warga melakukan unjuk rasa dan meneriaki polisi di depan Nathan Phillips Square di Toronto. Mereka mengkritik karena membiarkan anak-anak divaksinasi.
Namun, para pengunjuk rasa yang berbicara dalam rekaman tersebut tidak mengaku sebagai orang tua dari anak-anak yang divaksinasi.
ADVERTISEMENT
Gillian Howard, juru bicara University Health Network yang bermitra dengan kota Toronto, mengatakan bahwa mereka telah mengetahui klinik pop up tersebut akan dijadikan sasaran bagi warga anti vaksin.
“Ada informasi di media sosial sebelumnya bahwa klinik itu akan menjadi sasaran beberapa kelompok termasuk mereka yang menentang penggunaan masker, mereka yang menentang vaksinasi secara umum dan mereka yang menentang vaksinasi anak-anak di atas usia 12 tahun," tutur Howard, seperti dikutip dari AFP.
Layanan Kepolisian Toronto juga mengatakan, pihaknya telah berjaga di klinik tersebut untuk menghindari kerusuhan oleh pengunjuk rasa.
Sementara itu, petugas klinik memberikan es krim bagi anak yang divaksin merupakan hal yang lumrah dilakukan untuk membuat suasana vaksinasi menyenangkan.
ADVERTISEMENT
“Klinik ini – seperti banyak klinik yang dijalankan – memiliki es krim untuk mereka yang telah divaksinasi dan ada juga musik sebagai penghibur bagi orang tua yang menunggu,” tuturnya.

Kesimpulan

Klaim bahwa orang tua dilarang bersama anak-anak yang memilih divaksin adalah hoaks.
==
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020