Hoaxbuster Penerima Nobel Klaim Orang yang Divaksin

Hoaxbuster: Penerima Nobel Klaim Orang Divaksin Corona Meninggal dalam 2 Tahun?

27 Mei 2021 9:57
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
Beredar pesan di WhatsApp yang berisi klaim dari Penerima Nobel asal Prancis Dr. Luc Montagnier terkait vaksin corona. Dalam pesan tertulis klaim Montagnier yang menyebutkan penerima vaksin corona akan meninggal dalam jangka waktu dua tahun.
ADVERTISEMENT
Dalam pesan itu juga tertulis situs bernama lifesitenews.com yang memuat wawancara Montagnier yang diduga berisi klaim tersebut. Video wawancara itu pernah dipublikasikan oleh lembaga masyarakat di Amerika Serikat, RAIR Foundation pada 18 Mei 2021.
Hoaxbuster Penerima Nobel Klaim Orang yang Divaksin Corona Akan Meninggal dalam Dua Tahun.
 Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster Penerima Nobel Klaim Orang yang Divaksin Corona Akan Meninggal dalam Dua Tahun. Foto: Dok. Istimewa
Dikutip dari lembaga pengecekan fakta India, boomlive.in, dalam video wawancara itu, Montagnier mengatakan virus corona sebagai kesalahan yang tidak dapat diterima.
Ia juga berpendapat, vaksinasi akan menciptakan varian baru. Terkait klaim ini, masih menjadi perdebatan secara ilmiah.
Hanya saja, tak ada bukti rekaman terkait klaim Montagnier yang mengatakan penerima vaksin akan meninggal dalam jangka waktu dua tahun.
Selain itu, ahli virologi juga tak pernah menyebutkan soal klaim terebut.
Kemudian, pada 25 Mei 2021, RAIR Foundation mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Montagnier tak pernah bersuara penerima vaksin corona akan meninggal dalam rentang waktu dua tahun.
ADVERTISEMENT
Video tersebut merupakan bagian dari wawancara oleh Hold Up Media Prancis. RAIR Foundation hanya menerjemahkan wawancara itu meski tidak secara ful. Jadi, dipastikan klaim tersebut merupakan hoaks.
Montagnier merupakan penerima nobel dalam bidang kedokteran bersama dengan Françoise Barré-Sinoussi pada 2008 terkait dengan virus HIV yang menyebabkan AIDS.