Hoaxbuster

Hoaxbuster: RS di Australia Penuh karena Pasien yang Alami Efek Samping Vaksin

14 November 2021 11:22
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Hoaxbuster: RS di Australia Penuh karena Pasien yang Alami Efek Samping Vaksin  Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster: RS di Australia Penuh karena Pasien yang Alami Efek Samping Vaksin Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Sejumlah unggahan di media sosial menyebutkan rumah sakit di Australia dipenuhi dengan pasien yang mengalami efek samping vaksin COVID-19.
ADVERTISEMENT
Klaim itu bermula dari statemen Perdana Menteri Australia Barat, Mark McGowan, saat ditanya soal pembatalan operasi di sebuah rumah sakit.
Tanggapan McGowan kemudian disebarkan dengan embel-embel, rumah sakit di seluruh Australia kewalahan oleh pasien yang terluka karena vaksin.

Cek Fakta

Dikutip dari AP News, juru bicara McGowan menegaskan, klaim tersebut tidak tepat. Ia mengatakan penuhnya rumah sakit karena sistem kesehatan selama pandemi secara umum, bukan persoalan vaksin.
Sementara itu, rumah sakit yang membatalkan operasi itu karena naiknya kunjungan karena sejumlah penyakit pasien.
"Perdana Menteri tidak menyarankan itu terkait dengan reaksi buruk terhadap vaksin COVID-19," ujar juru bicara tersebut kepada AP News.
Tekanan rumah sakit akibat sistem perawatan kesehatan di Australia memang menjadi sorotan. Sebelumnya, Asosiasi Medis Australia menyoroti penurunan kapasitas kesehatan dan masalah pendanaan.
ADVERTISEMENT

Kesimpulan

Jadi, klaim yang menyebutkan rumah sakit di Australia penuh karena pasien yang mengalami efek samping vaksin tidaklah tepat. Sebab, hal itu karena akibat dari sistem kesehatan Australia secara umum.