Ibu 2 Anak di Semarang Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Diduga Dibunuh Suami

15 Januari 2022 15:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ibu 2 Anak di Semarang Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Diduga Dibunuh Suami (14742)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah indekos yang dihuni korban Indah Safitri bersama suami dan dua anaknya. Foto: Intan Khansa/kumparan
Seorang perempuan bernama Indah Safitri (27) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar indekosnya di Jalan Srinindito Baru nomor 15. Ibu dua anak itu diduga dibunuh suaminya sendiri.
ADVERTISEMENT
Mayat warga Kota Semarang itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 14.00 WIB lantaran teman satu indekos korban berteriak teriak meminta tolong.
Salah seorang saksi mata, Ngatinah mengatakan, ia tidak mendengar keributan apa pun kendati rumahnya bersebelahan dengan kos korban.
"Waktu kejadian enggak dengar cekcok apa-apa. Tau tau saya dengar mbak yang ngekos di sebelah itu teriak minta tolong. Saya juga ikut teriak dan warga datang," ujar Ngatinah di lokasi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ibu 2 Anak di Semarang Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Diduga Dibunuh Suami (14743)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah indekos yang dihuni korban Indah Safitri bersama suami dan dua anaknya. Foto: Intan Khansa/kumparan
Warga lantas mendatangi indekos ibu dua anak itu. Warga sempat melihat suami korban membawa senjata tajam dan pergi menggunakan sepeda motornya ke arah barat.
"Pas (pelaku) keluar tahu bawa sajam. Kalau liat senjatanya ada darah enggak tahu. Warga sebagian ada yang ngejar tapi enggak ketangkep," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Ia mengaku belum mengetahui bagaimana kehidupan korban. Sebab, korban dan suami baru pindah ke lingkungan tersebut satu minggu yang lalu
"Dia kan baru seminggu. Belum paham banget, belum akrab. Paling lihat tok pas keluar," imbuh dia.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu suami korban. Tim Inafis Polrestabes Semarang juga telah melakukan olah TKP. Sementara jenazah Indah sudah dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk diautopsi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020