News
·
28 April 2021 10:51

IDAI Ungkap Panduan Sekolah Tatap Muka Apabila Corona Terkendali

Konten ini diproduksi oleh kumparan
IDAI Ungkap Panduan Sekolah Tatap Muka Apabila Corona Terkendali (154490)
searchPerbesar
Seorang murid memberikan salam kepada guru saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan sekolah tatap muka di tengah pandemi corona. Rekomendasi itu dikeluarkan dalam rilisnya pada Selasa (27/4). Surat ini telah terkonfirmasi valid oleh Ketua IDAI dr Aman Bhakti Pulungan.
ADVERTISEMENT
Lembaga itu menyebut, salah satu persyaratan pembukaan sekolah adalah ketika positivity rate corona kurang dari lima persen serta turunnya kasus kematian COVID-19.
Dalam dokumen itu disebutkan, jika sekolah tatap muka tetap dimulai, pihak sekolah harus menyiapkan blended learning, anak dan orang tua diberi kebebasan memilih metode pembelajaran luring atau daring.
Berikut adalah panduan untuk sekolah tatap muka yang dikeluarkan oleh IDAI.
IDAI Ungkap Panduan Sekolah Tatap Muka Apabila Corona Terkendali (154491)
searchPerbesar
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait sekolah tatap muka. Foto: IDAI
  • Semua guru dan pengurus sekolah yang berhubungan dengan anak dan orang tua/pengasuh harus sudah divaksin.
  • Buat kelompok belajar kecil. Kelompok ini yang berinteraksi secara terbatas di sekolah, dengan tujuan jika ada kasus konfirmasi contact tracing dapat dilakukan secara efisien.
  • Jam masuk dan pulang bertahap untuk menghindari penumpukan siswa di jam masuk dan pulang sekolah. Kelompok belajar kecil dapat datang dan pulang di waktu yang sama.
  • Penjagaan gerbang dan pengawasan yang disiplin guna menghindari kerumunan di gerbang sekolah.
  • Jika menggunakan kendaraan antar jemput, gunakan masker dan jaga jarak serta menjaga ventilasi dengan membuka jendela mobil.
  • Buka semua jendela kelas. Gunakan area outdoor jika memungkinkan. Dalam ruang dengan sirkulasi tertutup direkomendasikan penggunaan High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter.
  • Membuat pemetaan risiko adakah siswa dengan komorbid, orang tua siswa dengan komorbid, atau tinggal bersama lansia maupun guru dengan komorbid serta kondisi kesehatan atau medis anak. Anak dengan komorbitas atau penyakit kronik sebaiknya tetap belajar daring.
ADVERTISEMENT
Selengkapnya dalam dokumen yang dikeluarkan IDAI berikut ini:
IDAI Ungkap Panduan Sekolah Tatap Muka Apabila Corona Terkendali (154492)
searchPerbesar
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait sekolah tatap muka. Foto: IDAI
IDAI Ungkap Panduan Sekolah Tatap Muka Apabila Corona Terkendali (154493)
searchPerbesar
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait sekolah tatap muka. Foto: IDAI
IDAI Ungkap Panduan Sekolah Tatap Muka Apabila Corona Terkendali (154494)
searchPerbesar
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait sekolah tatap muka. Foto: IDAI