kumparan
12 November 2019 18:27

Idham Azis Berkunjung ke PBNU: Mohon Doa Jaga Indonesia Lebih Aman

Kapolri Jendral Pol Idham Azis
Kapolri Jendral Pol Idham Azis bersama Ketua PBNU Said Aqil Siradj di PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (12/11). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Kapolri Jenderal Idham Azis berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kedatangannya disambut oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj.
ADVERTISEMENT
Idham mengatakan, kunjungan ke kantor PBNU merupakan silaturahmi seperti yang dilakukan pimpinan Polri sebelumnya. PBNU bagi Idham merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, sehingga perlu untuk menjalin komunikasi yang baik dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
"Harapan saya sebagai seorang Kapolri, sebagai seorang anak, Kiai Haji seperti orang tua saya di Kabareskrim, Kapolda sering berkomunikasi, saya mohon bimbingan, mohon arahan, mohon dukungan sehingga ke depan kita bisa menjaga betul negara RI ini selalu dalam keadaan aman tertib," kata Idham di PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).
"Kita bisa melaksanakan semua aktivitas kegiatan sesuai dengan cita-cita sesuai proklamator kita untuk menjadikan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman) ," tambah dia.
Kapolri Jendral Pol Idham Azis, PBNU
Kapolri Jendral Pol Idham Azis tiba di PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (12/11). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Pertemuan antara Idham dan Said Aqil berlangsung tertutup. Usai berbincang selama 72 menit, Idham kemudian mengunjungi ruang command center PBNU yang berada di lantai 5.
ADVERTISEMENT
Di sana, ia mendapat penjelasan seputar monitoring media sosial yang dilakukan oleh PBNU. Mantan Kabareskrim itu juga mendapat informasi seputar jumlah anggota NU dan penyebarannya.
"Ini kita juga punya NU channel, live ini pak," ucap seorang anggota NU yang memberikan penjelasan pada Idham.
Kunjungannya ke command center tidak berlangsung lama. Sekitar 15 menit kemudian ia beranjak pergi.
Kapolri Jendral Pol Idham Azis
Kapolri Jendral Pol Idham Azis bersama Ketua PBNU Said Aqil Siradj di PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (12/11). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Terkait pertemuan tersebut, Said Aqil menganggap hal yang biasa. Baginya wajar jika pimpinan Polri bergandengan tangan dengan NU dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
"Harus dengan civil society tidak mungkin masalah-masalah kemasyarakatan di tanggung sendiri. Harus bergandengan dengan informaliter yaitu semacam kiai-kiai pesantren, tokoh-tokoh masyarakat yang terutama di bawah naungan NU," kata Said.
Said juga menyebut tidak ada isu khusus yang dibahas. Mereka hanya membicarakan hal yang normatif.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada (isu khusus). Biasa-biasa saja. Normatif saja. Narkoba, teroris, korupsi, itu saja. Narkoba sangat (butuh perhatian). Nomor satu narkoba, nomor dua terorisme," kata Said.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan