News
·
21 April 2021 18:41

IDI Ingatkan Masyarakat Ada Klaster Penularan COVID-19 dari Kegiatan Melayat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
IDI Ingatkan Masyarakat Ada Klaster Penularan COVID-19 dari Kegiatan Melayat (4105)
Potret udara area pemakaman yang disediakan oleh pemerintah untuk korban penyakit virus corona (COVID-19), di kompleks pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap adanya klaster penularan COVID-19 akibat kegiatan keagaman. Salah satunya adalah kegiatan melayat sanak keluarga atau kenalan yang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
"Saya melihat sendiri bahwa masih terjadi klaster-klaster pada waktu proses penguburan. Jadi waktu orang melayat itu terjadi klaster baru, pada waktu takziah terjadi klaster baru," kata Zubairi kepada kumparan, Rabu (21/4).
Zubairi menjelaskan adanya klaster bukan karena yang meninggal dunia terkena COVID-19. Namun karena orang yang melayat berdesakan dan menimbulkan rantai penularan virus corona.
"Itu yang meninggal bukan karena COVID. Jadi dia orang terhormat, dihormati masyarakat saat meninggal, maka yang melayat banyak banget. Nah, itu ternyata terjadi penularan yang signifikan," tutur dia.
IDI Ingatkan Masyarakat Ada Klaster Penularan COVID-19 dari Kegiatan Melayat (4106)
Ketua Satgas COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban. Foto: Facebook/Zubairi Djoerban
Oleh sebab itu, Zubairi kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menghindari kerumunan khususnya di tempat tertutup. Tak perlu melayat langsung apabila tempat yang dituju berisiko timbul kerumunan.
Jadi tetap harus dihindari berkerumun. Apalagi di ruangan tertutup dengan banyak orang, apalagi [ruangan] yang menggunakan AC.
-Prof Zubairi Djoerban
Di sisi lain, Zubairi menganggap kenaikan kasus corona harian saat ini belum terlalu signifikan, yakni 5.000 kasus per hari. Kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) juga tak begitu penuh apabila dibandingkan dengan adanya lonjakan kasus COVID-19 pada Februari 2021 .
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia mengatakan keterisian ICU masih cukup penuh. Positivity rate di Indonesia juga masih di atas 20 persen sehingga risiko penularan belum rendah.
Ini sebabnya kegiatan yang dapat menimbulkan klaster penularan COVID-19 termasuk melayat, harus diwaspadai.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: