IDI Minta Kasus Kericuhan Penolakan Vaksin di Aceh Diusut Tuntas

30 September 2021 10:03
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
IDI Minta Kasus Kericuhan Penolakan Vaksin di Aceh Diusut Tuntas (215549)
zoom-in-whitePerbesar
Kericuhan tolak vaksin di Aceh Barat Daya, Selasa (28/9). Foto: Dok. Istimewa
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh meminta pihak kepolisian mengusut tuntas insiden penolakan vaksin yang menyebabkan satu orang dokter mengalami luka di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Gampong Keude Susoh, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya).
ADVERTISEMENT
“Meminta peristiwa ini diusut tuntas agar ke depannya tidak menjadi pola pada kelompok masyarakat yang menolak vaksin,” kata Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman, Kamis (30/9).
IDI Aceh juga mengutuk sikap arogansi warga. Untuk itu, ia meminta semua pihak agar tak menyudutkan petugas kesehatan saat bekerja di lapangan.
“Termasuk tidak berkomentar hal yang menyudutkan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya terkait program ini (vaksinasi),” ujarnya.
Ia sangat menyesalkan peristiwa penolakan vaksin yang terjadi pada Selasa (28/9) itu. Sebab, kegiatan vaksinasi merupakan program pemerintah untuk melindungi masyarakat dari corona. Selain itu, kegiatan ini diperkuat dengan Peraturan Presiden No. 14 Tahun 2021.
“Aceh menjadi sorotan Nasional karena cakupan vaksinasi COVID-19 yang rendah. Tenaga kesehatan ikut membantu Pemerintah pada program ini baik dalam proses screening, vaksinator, dan pengawasan pasca-vaksin,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
“Karenanya keamanan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas. IDI Aceh siap membantu pemerintah dalam berperang melawan COVID-19,” pungkasnya.
IDI Minta Kasus Kericuhan Penolakan Vaksin di Aceh Diusut Tuntas (215550)
zoom-in-whitePerbesar
Kericuhan tolak vaksin di Aceh Barat Daya, Selasa (28/9). Foto: Dok. Istimewa
Kericuhan vaksinasi di PPI Ujong Serangga diduga karena warga emosi dan merasa dipaksa untuk mengikuti vaksinasi. Seorang nelayan bernama Hendra mengatakan, banyak muge (penjual ikan keliling) ditanya oleh petugas. Bagi warga yang belum divaksin, diminta ikut.
Hal itu membuat warga emosi karena aktivitas jual-beli ikan terganggu. Karena luapan emosi itu, mereka menolak hingga menimbulkan kericuhan.
“Kemarin itu mereka merasa rugi karena setelah ikan dibeli kemudian tidak dapat dijual kembali ke warga. Mereka terkesan dipaksa oleh petugas, siapa pun yang keluar maka harus divaksin,” kata salah satu warga di lokasi kejadian, Hendra, kepada kumparan, Rabu (29/9).
ADVERTISEMENT
Polisi telah menahan sebanyak tiga orang terkait kericuhan yang terjadi di lokasi vaksinasi tersebut. Polisi masih melakukan pengembangan terkait kericuhan tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020