IDI Usul Nakes Vaksin Dosis Ke-3: 2 Kali Vaksin tapi Banyak yang Sakit-Meninggal

6 Juli 2021 13:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
IDI Usul Nakes Vaksin Dosis Ke-3: 2 Kali Vaksin tapi Banyak yang Sakit-Meninggal (48530)
searchPerbesar
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bersiap merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit virus corona (COVID-19), di Jakarta, Indonesia, 17 Juni 2021. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters
Tenaga kesehatan (nakes) merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19 sehingga punya risiko tinggi tertular. IDI pun mengusulkan agar para nakes mendapat vaksin dosis ketiga.
ADVERTISEMENT
Permintaan ini disampaikan langsung Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto di hadapan Menkes Budi Gunadi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI secara virtual.
Ia mengatakan sudah banyak nakes yang berguguran walaupun telah divaksin dosis kedua dengan Sinovac.
"Banyak tenaga kami tenaga dokter itu menderita sakit COVID-19 walau sudah divaksin 2 kali dan yang meninggal juga ada," kata Slamet, Senin (6/7).
IDI Usul Nakes Vaksin Dosis Ke-3: 2 Kali Vaksin tapi Banyak yang Sakit-Meninggal (48531)
searchPerbesar
Nyala lilin mengiringi kepulangan nakes wisma atlet pertama yang meninggal akibat COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Slamet pun mempertanyakan efikasi vaksin Sinovac yang menjadi dasar pemerintah dalam vaksinasi nakes pada tahap awal Januari 2021 Menurutnya, para nakes seharusnya diberi perlindungan ekstra, termasuk vaksin dosis ketiga.
Kami mengusulkan juga nakes itu dilakukan vaksin yang ketiga. Karena banyaknya nakes dan nakes yang sudah divaksin 2 kali tapi mengalami kesakitan yang sedang sampai berat dan ada yang meninggal dunia.
-Waketum IDI Slamet Budiarto
"Dan kita tidak tahu efikasi Sinovac yang sebenarnya versi WHO menyatakan efikasi ini 51 persen tapi versi kita 65 persen. Kemudian di Brasil juga 50 persen," tambahnya.
IDI Usul Nakes Vaksin Dosis Ke-3: 2 Kali Vaksin tapi Banyak yang Sakit-Meninggal (48532)
searchPerbesar
Seorang tenaga kesehatan mendapatkan vaksinasi dosis pertama vaksin coronaSinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Slamet meminta pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kondisi ini. Pasalnya, jika banyak nakes yang terinfeksi dan berguguran maka akan menghalangi proses penanganan pasien COVID-19 yang juga terus meningkat tajam setiap harinya.
ADVERTISEMENT
"Jadi hemat kami, tenaga kesehatan ini harus dilindungi karena kalau dalam pelayanan sakit, otomatis tidak bisa melakukan pelayanan yang dirugikan adalah pasien. Ini adalah demi kemanusiaan," tutup Slamet.
IDI Usul Nakes Vaksin Dosis Ke-3: 2 Kali Vaksin tapi Banyak yang Sakit-Meninggal (48533)
searchPerbesar
Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto. Foto: YouTube/DPR RI
Sebelumnya jubir Kemenkes dr Nadia Tarmizi menyebut belum ada kepastian soal pemerintah Indonesia memberi vaksin dosis ketiga. Sebab pemerintah masih fokus menuntaskan vaksinasi 2 dosis terhadap 185,5 juta penduduk.
"Kita fokus selesaikan vaksinasi sampai dosis kedua," ujar jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, kepada wartawan, Sabtu (12/6).
Sementara itu, ahli wabah UI Pandu Riono berpendapat sudah saatnya para nakes mendapat perlindungan lebih. Ia pun menyarankan Presiden Jokowi untuk memberi vaksinasi nakes dengan vaksin Pfizer atau Moderna.
“[Beri] Pfizer atau Moderna, demi menyelamatkan nyawa nakes yang terdampak lonjakan kasus yang semakin tak terbendung. Beri apresiasi pada semua nakes, yang tak pernah mengeluh demi menyelamatkan setiap nyawa,” kata Pandu dalam akun Twitternya, dikutip kumparan, Minggu (4/7).
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020