kumparan
News20 Februari 2020 16:26

Ijazah Ratusan Wisudawan UIN Yogya Belum Diteken Sejak Rektor Jadi Kepala BPIP

Konten Redaksi kumparan
Kepala BPIP Yudian Wahyudi
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Dilantiknya Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi menjadi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ternyata menyisakan masalah. Ratusan mahasiswa yang diwisuda 12 Februari 2020 mengaku ijazahnya belum ditandatangani oleh Yudian.
ADVERTISEMENT
Haydar Nabris Muhammad salah seorang mahasiswa yang diwisuda 12 Februari lalu, mengatakan ada ratusan mahasiswa yang ijazahnya belum ditandatangani.
“Ratusan, ada lima ratusan lebih. Ijazahnya (map) itu kalau dibuka, tulisannya mohon maaf ijazah masih dalam proses tandatangan,” ujar Haydar dihubungi kumparan, Kamis (20/2).
Wisudawan jurusan Ilmu Komunikasi itu mengatakan dia sudah lulus sejak September 2019 lalu. Menurutnya hingga waktu sebelum Yudian dilantik jadi Ketua BPIP pada 5 Februari, ada rentang waktu yang cukup untuk tanda tangan.
“Ada rentang waktu dari September ke Januari untuk tanda tangan,” ujarnya.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi (kiri) bersiap dilantik di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Berdasarkan pengalaman kakak tingkatnya, ijazah ditandatangani paling lama dua hari usai wisuda. Namun, ketika dia tanya ke pihak kampus selalu tidak ada jawaban yang pasti.
ADVERTISEMENT
“Yang bikin jengkel itu setiap ditanya mereka tidak bisa kasih waktu kepastian kapan. Ini sebenarnya anak-anak pada modelan ya sudah deh karena mereka dapat SKL (Surat Keterangan Lulus),” kata dia.
Sementara Haydar membutuhkan ijazah asli bertandatangan lantaran hendak melanjutkan kuliah ke jenjang S2.
“Saya rewel karena SKL di instansi yang mau aku masukin enggak bisa. Aku mau daftar S2 dan pakai ijazah,” kata dia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sahiron Syamsuddin membenarkan masih ada wisudawan yang belum ditandatangani ijazahnya.
UIN Sunan Kalijaga
Ilustrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Foto: Dok. Dedi Kayung
“Intinya ketika Pak Yudian, masih menandatangani 31 Januari. Paling akhir itu. Sebelum tanggal 5 Februari (pelantikan) beliau masih berhak menandatangani ijazah dengan syarat akademik kelulusan 31 Januari. Makanya kita cetak 31 Januari tanda tangani. Memang masih ada yang belum selesai karena kesibukan beliau,” kata Sahiron.
ADVERTISEMENT
Dia menjelaskan Yudian selalu menyegerakan hal penting termasuk penandatanganan ijazah. Namun sebelum dilantik jadi Ketua BPIP, Yudian memang sangat sibuk dan sering wara-wiri ke Jakarta.
“Setiap di kantor pasti menandatangani ijazah. Tapi karena percetakan kan enggak satu jam dua jam juga jadi kita menunggu mana yang sudah jadi,” kata dia.
Untuk ijazah tanggal 31 Januari itu, Sahiron mengatakan yang bisa menandatangani hanyalah Yudian. Sebab, saat itu dia belum diangkat menjadi PLT.
Pihak kampus pun kini akan mengatur waktu dengan jadwal Yudian. Ketika Yudian di Yogyakarta maka ijazah akan segera ditandatangani. Selain itu ada opsi juga mengantar ijazah itu ke Jakarta.
“Atur waktunya dalam waktu dekat ini beliau kapan nanti ke Jogja kemudian mampir ke kantor lama kantor rektor kemudian menandatangani apa-apa yang menjadi kewajiban beliau tanggal 31 Januari. (Juga) apakah kami bawa ke Jakarta (untuk ditandatangani),” katanya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan