kumparan
2 Desember 2019 15:06

IKAHI Desak Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Hakim PN Medan

Konferensi Pers MA terkait meninggalnya Hakim PN Medan
Konferensi Pers MA terkait meninggalnya Hakim PN Medan Jamaluddin di MA, Jakarta Pusat, Senin (2/12). Foto: Darin Atiandina/kumparan
Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), Suhadi, berharap polisi segera mengusut tewasnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Suhadi menganggap tewasnya Jamaluddin di dalam mobil Toyota Land Cruiser di kebun sawit pada Jumat (29/11) tak wajar.
ADVERTISEMENT
"Nah untuk itu, kami dari pengurus pusat IKAHI mengerahkan sepenuhnya kepada aparatur penyidik untuk mengungkap," ujar Suhadi, Senin (2/12). "Semoga jadi jelas dan terang dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku".
Lebih lanjut, Suhadi mengatakan IKAHI menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Jamaluddin. "Semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah YME kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menerima musibah," kata dia.
Konferensi Pers MA terkait meninggalnya Hakim PN Medan
Konferensi Pers MA terkait meninggalnya Hakim PN Medan Jamaluddin di MA, Jakarta Pusat, Senin (2/12). Foto: Darin Atiandina/kumparan
Suhadi mendapat kabar dari PN Medan kejadian itu terjadi pada Jumat (29/11). Menurut informasi dari keluarga, kata Suhadi, Jamaluddin hendak menjemput sahabat atau kenalannya di Bandara Kualanamu.
"Kemudian beliau berangkat sendiri, menurut info (Jamaluddin) sempat absen di PN. Kemudian berangkat ke tempat tujuan sampai jam 1 (siang) tidak ada informasi masuk kantor, kemudian sekitar jam 3 (sore) ditemukan oleh masyarakat di kebun sawit bersama kendaraan yang ditumpangi beliau," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Suhadi mengatakan, menurut informasi dari pihak keluarga, Jamaluddin diduga dibunuh. Namun dia enggan merincikan motif pembunuhan itu. Dia menyerahkan kasus ini kepada polisi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan