kumparan
10 Januari 2019 18:19

Ikatan Alumni STAN Minta Jokowi Lindungi Pimpinan dan Pegawai KPK

Gedung STAN
Gedung STAN (Foto: instagram/@agussetiono22)
Ditemukannya bom palsu dan bom molotov di rumah dua pemimpin KPK pada Rabu (9/1) dini hari lalu membuat berbagai pihak ikut angkat bicara. Mereka mengecam tindakan teror tersebut. Salah satu kecaman datang dari Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara (IKANAS STAN).
ADVERTISEMENT
"IKANAS STAN menganggap serangan teror tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari upaya untuk memperlemah KPK, dan menghalangi pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Ketua DPP IKANAS STAN Cris Kuntadi dalam keterangan persnya, Kamis (10/1).
Menurut Cris, teror terhadap kedua pemimpin KPK ini merupakan bagian dari bentuk ancaman kekerasan fisik terhadap KPK.
"Segala bentuk teror kepada KPK baik yang terjadi belum lama ini maupun yang pernah terjadi sebelumnya harus dilawan dan segera diselesaikan oleh aparat negara mengingat tahun ini akan berlangsung Pilpres dan Pileg di mana penegakan hukum dan pemberantasan korupsi menjadi prioritas. Sehingga menjadi penting bagi KPK dapat melakukan kegiatannya tanpa rasa takut dari teror intimidasi," kata Cris.
Bom pipa di rumah ketua KPK
Bom pipa di rumah ketua KPK. (Foto: Istimewa)
Cris juga mengatakan, IKANAS STAN mendesak agar Presiden Jokowi memberi perhatian khusus serta perlindungan kepada pimpinan KPK dan seluruh pegawainya agar dapat menjalankan tugas pemberantasan korupsi sesuai dengan mandat kelembagaan KPK.
ADVERTISEMENT
"Kepada Presiden agar memberi perhatian khusus terhadap perlindungan pimpinan KPK dan seluruh pegawainya. Kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas peristiwa teror ini dan teror lain yang pernah terjadi," kata Cris.
Bom pipa di rumah ketua KPK
Bom pipa di rumah ketua KPK. (Foto: Istimewa)
Cris juga mengingatkan kepada para alumni STAN dan masyarakat pada umumnya untuk terus memberikan dukungan agar KPK tetap berani memberantas korupsi.
"Kepada seluruh alumni STAN untuk terus memberikan dukungan dan berdoa untuk keselamatan pada alumni STAN yang saat ini sedang bekerja sebagai pejuang pemberantasan korupsi di KPK, dan pimpinan serta pegawai KPK lainnya," tutup Cris.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan