kumparan
News23 Mei 2020 11:58

Imam Besar Istiqlal: Menolak Bahaya Lebih Utama, Jangan Egois dalam Beragama

Konten Redaksi kumparan
PTR- Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Foto: Dok. BNPB
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan pesan menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H. Nasaruddin mengingatkan umat Islam untuk tidak melakukan ibadah salat Id di masjid demi mencegah penyebaran virus corona. Saat ini, kata dia, menjaga kesehatan keluarga wajib dilakukan.
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Foto: Dok. BNPB
"Pada kondisi kita saat ini saya juga ingin mengingatkan, bahwa pergi ke masjid itu adalah sunat Idul Fitri adalah sunah. Tapi memelihara kesehatan keluarga itu wajib. beragama yang benar adalah mendahulukan yang wajib daripada yang sunah," kata Nasaruddin dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (23/5).
ADVERTISEMENT
"Kalau kita mendahulukan yang sunah baru wajib, itu kurang tepat dalam menjalankan agama," sambungnya.
Dia pun meminta masyarakat untuk tidak egois dalam beragama karena tetap memaksakan ibadah di masjid. Sebab, Nasaruddin menuturkan, setelah pulang salat berjemaah di masjid, dikhawatirkan dapat menularkan virus ke anggota keluarga.
"Menolak bahaya itu lebih utama daripada mengejar manfaat, ya, kita tidak boleh egois dalam beragama. Dalam arti begini, sudahlah, saya akan dapat pahala sebanyak-banyaknya kalau saya ke masjid. Tapi kalau begitu kita pulang menyetor penyakit kepada anggota keluarga kita semuanya," ucapnya.
Untuk itu, Nasaruddin meminta masyarakat untuk menahan diri agar dapat berjumpa dengan Lebaran tahun depan dengan situasi yang lebih normal.
"Akhirnya apa, kita tidak bisa menjumpai ramadhan tahun depan, masih banyak Ramadhan yang akan datang, kita berdoa kepada Allah semoga Ramadhan yang akan datang itu akan lebih normal, seperti sebelumnya," tutur dia.
ADVERTISEMENT
"Mari kita menghemat umur mari kita, berikhtiar memilih takdir yang lebih baik. Lebih prospektif untuk kita dan ini adalah ajaran Islam yang sesungguhnya," ujar Nasaruddin. ***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan