kumparan
19 September 2019 16:51

Imam Nahrawi Kenang Kesuksesan Perhelatan Asian Games

Imam Nahrawi di Kemenpora
Imam Nahrawi di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, pada Kamis (19/9/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Imam Nahrawi secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Imam menyampaikan hal tersebut di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/9).
ADVERTISEMENT
Ia mengawali pernyataannya dengan permohonan maaf. Setelah itu, ia menitipkan pesan kepada koleganya di Kemenpora.
"Saya berharap kepada seluruh sahabat-sahabat saya di sini, tetap kerja dengan baik, tetap lakukan yang terbaik, tunjukkan prestasi," ujar Imam.
Imam kemudian mengingatkan lagi, bahwa pada 2018 lalu Indonesia pernah sukses menjadi tuan rumah di Asian Games dan Asian Para Games. Hal itu, kata dia, harus terus ditingkatkan.
"Kita pernah melakukan dan melaksanakan amanat besar negara yaitu Asian Games dan Asian Para Games dan event lain dengan sukses dan itu dicatat sejarah," urai Imam.
"Jangan berhenti berkarya, membuat terobosan dan mendedikasikan penuh kepada negeri ini karena olahraga indonesia harus bangkit," sambungnya.
Imam juga menitipkan pesan khusus untuk para stakeholder olahraga Indonesia yang selama ini membantunya. Ia berharap, prestasi akan terus diraih atlet-atlet Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kepada para pelatih, pelatih, dan seluruh stakeholder dan wartawan yang terus memberikan support. Tunjukkan bahwa Indonesia bisa jadi rujukan negara manapun dalam hal prestasi olahraga," ungkap dia.
Pada Asian Games yang dihelat Juni 2018 lalu, dunia memuji Indonesia sebagai penyelenggara yang baik. Selain itu, upacara pembukaan dan penutupan ajang multievent itu ramai dibicarakan karena sangat menarik.
Dari prestasi, Indonesia juga terhitung bagus. Atlet-atlet Tanah Air berhasil meraih 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Indonesia bertengger di posisi 4, hanya kalah dari China, Jepang, dan Korea Selatan.
Di ajang Asian Para Games bulan Oktober 2018, atlet-atlet Indonesia juga menorehkan prestasi gemilang. Indonesia bercokol di posisi 5, dengan torehan 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.
ADVERTISEMENT
Imam Nahrawi dijerat KPK bersama asisten pribadinya yang bernama Miftahul Ulum. Untuk Ulum, KPK telah menahanya sejak tanggal 11 September 2019.
KPK menduga Imam dan Ulum terlibat kasus penyaluran dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Selain itu, terkait juga jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain terkait jabatan Imam selaku Menpora.
Dalam kasus tersebut, KPK menjerat sejumlah orang. Yakni mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy; Bendahara KONI, Johny E Awuy; mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana; serta dua orang pegawai dari Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.
Imam dan Ulum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
ADVERTISEMENT
Hingga berita ini dirilis, Imam belum bisa dikonfirmasi terkait penetapan tersangka ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan