kumplus-Wine - Pembuatan wine

In Vino Falsitas (3)

19 November 2021 17:27
·
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Konon, menurut sejarawan Herodotus (abad ke-5 SM), orang-orang Persia selalu menimbang keputusan penting dalam dua tahap, yaitu ketika mabuk anggur dan ketika sadar. Jika terasa mantap dalam keduanya, barulah keputusan tersebut dijalankan. Herodotus bisa jadi cuma mengarang, tetapi setidaknya cerita itu menggambarkan kelaziman wine sejak dahulu kala. Orang-orang Romawi, yang menguasai dunia beberapa abad setelah bangsa Persia, juga menempatkan wine begitu dekat dengan keseharian mereka. In vino veritas, kata sebuah peribahasa Latin terkenal, “Dalam wine ada kebenaran.”
Dan memang, sebagaimana disingkapkan oleh para arkeolog: manusia sudah memfermentasi anggur sejak akhir Zaman Batu. Pada 2017, misalnya, tim University of Pennsylvania Museum yang dipimpin oleh Patrick E. McGovern menemukan bukti-bukti pembuatan wine kuno di sebuah situs berumur delapan ribu tahun di Georgia. Sebelum itu, McGovern dan rekan-rekannya menemukan residu wine berusia sekitar tujuh ribu tahun di pegunungan Zagros, Iran.
Dengan riwayat sepanjang itu, sewajarnyalah kita memahami segala sesuatu tentang wine. Tetapi kenyataannya tidak. Bahkan di Amerika Serikat, negara konsumen wine terbesar masa kini (4,3 miliar botol per tahun!) wine tetap bisa menjadi perkara rumit yang penuh misteri.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Pecinta wine dunia geger. Puluhan ribu botol wine langka palsu beredar, menyaru tanpa ada yang tahu. Mereka belum tahu, di baliknya ada tangan "ajaib" Rudy Kurniawan, seorang Indonesia yang tinggal di Los Angeles. Siapa dia sebenarnya? Klik di bawah.