India Punya 'Makan Siang Gratis', tapi Gizi Buruk Malah Lebih Tinggi dari RI

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Siswa menyantap makanan saat istirahat makan siang di sebuah sekolah menengah negeri di pinggiran Hyderabad, India, pada 23 November 2021. Foto:  NOAH SEELAM / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Siswa menyantap makanan saat istirahat makan siang di sebuah sekolah menengah negeri di pinggiran Hyderabad, India, pada 23 November 2021. Foto: NOAH SEELAM / AFP

Program makan siang gratis di India berlaku secara nasional sejak 2002. Program ini bertujuan mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak di negeri Bollywood.

Indonesia belum menerapkan kebijakan tersebut secara nasional. Jika tak ada aral melintang, pasangan Prabowo-Gibran akan menerapkan kebijakan itu secara bertahap hingga 2029 setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Sebanyak 80 juta pelajar akan jadi sasaran.

Pertanyannya, apakah program makan siang di India dapat dikatakan berhasil?

India vs Indonesia

Jumlah penduduk India pada 2023 mencapai 1,4 miliar juta jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia pada 2023 berjumlah 280,73 juta jiwa.

Nah, pencapaian gizi sebuah negara dapat dilihat menggunakan data Global Hunger Index (GHI). Data terbaru yang mereka rilis ada pada 2023 lalu.

Skor India nyatanya jauh lebih buruk dari Indonesia. Skor GHI yang semakin kecil artinya semakin bagus. Begitu pun sebaliknya.

Global Hunger Index 2023: Indonesia vs India Foto: Dok https://www.globalhungerindex.org/

Dalam GHI 2023, skor India ada di angka 28,7. India menempati peringkat 111 dari 125 negara. Sementara itu, skor Indonesia ada di angka 17,6. Indonesia menempati peringkat 77 dari 125 negara.

Indonesia dilabeli dengan peta berwarna hijau muda yang artinya moderat. Sementara India dilabeli dengan peta berwarna kuning yang artinya ada di level serius.

Berikut ini adalah persentase untuk masing-masing sektor. Terlihat bahwa penurunan gizi buruk hingga stunting di India jauh lebih lambat dari Indonesia.

Gizi Buruk

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 2 data

Negara
2000-2002
2020-2022
Perubahan
India
18,30%
16,60%
-1,70%
Indonesia
19%
5,90%
-13,10%

Stunting

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 2 data

Negara
1998-2002
2018-2022
Perubahan
India
51%
35,50%
-15,50%
Indonesia
42,30%
30,80%
-11,50%

Wasting

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 2 data

Negara
1998-2002
2018-2022
Perubahan
India
17,80%
18,70%
0,90%
Indonesia
5,50%
10,20%
4,70%

Kematian Balita

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 2 data

Negara
Tahun 2000
Tahun 2021
Perubahan
India
9,20%
3,10%
-6,10%
Indonesia
5,20%
2,20%
-3,00%

Meski begitu, ada sebuah temuan menarik dari Tanika Chakraborty dan Rajshri Jayaraman yang dimuat di Journal of Development Economics edisi 139 (2019). Penelitian tersebut mengukur korelasi antara makan siang gratis dengan tingkat inteligensia.

Nah, disebutkan bahwa siswa di India yang menerima manfaat makan siang gratis selama lima tahun punya kemampuan membaca 18 persen lebih tinggi, apabila dibandingkan dengan siswa yang menerima makan siang gratis kurang dari setahun.

Sementara itu, kemampuan matematika mereka yang menerima makan siang gratis selama lima tahun 9 persen lebih tinggi, dibanding dengan siswa yang makan siang gratis kurang dari setahun.

Siswa menyantap makanan saat istirahat makan siang di sebuah sekolah menengah negeri di pinggiran Hyderabad, India, pada 23 November 2021. Foto: NOAH SEELAM / AFP