Indonesia Bisa Tiru China, Berdayakan Nelayan Jaga Keamanan Laut

12 Juni 2020 16:38
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Indonesia Bisa Tiru China, Berdayakan Nelayan Jaga Keamanan Laut (58531)
zoom-in-whitePerbesar
Kabakamla Laksdya Aan Kurnia di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (3/3). Foto: Ricky Febrian/kumparan
Kabakamla Laksamana Madya TNI, Aan Kurnia mengatakan pentingnya upaya untuk memberdayakan nelayan lokal.
ADVERTISEMENT
Tak hanya untuk memenuhi akan kebutuhan ikan nasional, semangat bela negara pun bisa ditanamkan untuk membantu pemerintah mengusir kapal asing yang kerap mengeksploitasi perairan NKRI.
"Harusnya di tempat tempat lain kita membina menyiapkan nelayan kita ini harusnya bisa betul-betul bermanfaat," ujar Aan dalam webinar yang diselenggarakan kumparan dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Jumat (12/6).
Inisiatif Aan itu muncul guna merespons maraknya peristiwa pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia oleh kapal berbendera asing.
Dia menilai penting untuk memberdayakan nelayan lokal untuk melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah yang kerap di datangi kapal asing itu.
"Harusnya kita tak berpikir untuk mencegah menangkap juga, tapi harus bisa melaksanakan ekplorasi dan ekploitasi di sana khususnya masalah ikan," ungkap Aan.
ADVERTISEMENT
Aan mencontohkan program China Maritime Militia (CMM) milik pemerintah China. Program itu, kata Aan, disiapkan China untuk melatih para nelayannya bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi mengajarkan pula akan pentingnya mempertahankan wilayah perairan mereka.
Indonesia Bisa Tiru China, Berdayakan Nelayan Jaga Keamanan Laut (58532)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah nelayan menaiki perahu di perairan Pantai Kedonganan, Badung, Bali, Selasa (19/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
"Jadi semacam nelayan yang sudah dilatih atau semacam bela negara dan itu dapat insentif dari pemerintah sehingga sikap nelayan ini betul-betul militan. Tapi bukan militer, mereka nelayan yang dilatih, kemudian lapis keduanya ada coast guardnya lapis ketiganya ada angkatan laut sehingga pendekatan mereka bukan militer," beber Aan.
Hal tersebut, menurut Aan, dapat pula dicontoh oleh pemerintah Indonesia dengan menempatkan nelayan tradisional terlatih di daerah sengketa atau overlapping.
"Harusnya nelayan-nelayan kita di daerah yang masih sengketa di daerah yang belum selesai, ini harusnya bukan nelayan-nelayan biasa yang tanda kutip hanya mencari profit tapi harus punya jiwa nasionalis," kata Aan.
ADVERTISEMENT
Penyediaan kapal tangkap yang memadai hingga pembekalan semangat bela negara, kata Aan, dapat menjadi solusi dari pemerintah mempertahankan daerahnya yang masih berada dalam status sengketa atau overlapping.
"Pemerintah mungkin harus memberikan insentif disitu sehingga mereka tak hanya mencari keuntungan, tapi mereka juga bisa hadir bahwa ini loh wilayah saya. Ini kan belum ada yang seperti itu, kalau militer kan jadinya kurang bagus di mata internasional, harusnya nelayan kita yang kita siapkan, nah inilah PR kedepan," kata Aan.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020