News
·
8 September 2020 14:57

Indonesia Masuk 10 Negara dengan Kematian Tenaga Medis Terbanyak Akibat Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Indonesia Masuk 10 Negara dengan Kematian Tenaga Medis Terbanyak Akibat Corona (211739)
Ilustrasi tenaga medis penanganan virus corona. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Semakin lama pandemi berlangsung, semakin banyak tenaga medis atau kesehatan di Indonesia yang gugur melawan corona. Terbukti dari terus bertambahnya angka kematian akibat virus corona yang menimpa mereka.
ADVERTISEMENT
Pada Senin (7/9), Humas PB IDI Halik Malik mengkonfirmasi, selama sepekan ada 7 dokter yang meninggal karena corona. Sehingga, secara total ada 107 dokter yang meninggal akibat corona sejak pandemi masuk ke Indonesia 2 Maret 2020.
Itu baru dokter, belum tenaga kesehatan lainnya seperti perawat atau relawan kesehatan yang belum tedata.
Berdasarkan data Amnesty International, total terdapat 181 tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia yang meninggal akibat corona. Angka itu menempatkan Indonesia di peringkat 10 kematian nakes terbanyak akibat corona di dunia.
Kematian tenaga kesehatan di Indonesia itu mencapai 2,47 persen kematian tenaga kesehatan akibat corona di dunia. Total terdapat 7.329 kematian di 79 negara hingga 3 September 2020.
Angka tertinggi kematian nakes yang dilaporkan Amnesty International ada di Meksiko, yakni sebesar 1.320. Disusul AS (1.077), Brasil (634), Afrika Selatan (240), dan India (573).
ADVERTISEMENT
"Lebih dari tujuh ribu orang meninggal saat mencoba menyelamatkan orang lain adalah krisis dalam skala yang mengejutkan," terang Steve Cockburn, Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesty International.
Indonesia Masuk 10 Negara dengan Kematian Tenaga Medis Terbanyak Akibat Corona (211740)
Ilustrasi tenaga medis Foto: Maulana Saputra/kumparan

Persentase Kematian Nakes

Selain dari sisi angka, persentase kematian nakes Indonesia terhadap total kematian corona juga tak kalah tinggi. Posisinya masuk di 15 besar, tepatnya peringkat 14.
Hingga 7 September 2020, sudah ada 8.130 kematian akibat corona di Indonesia. Itu berarti kematian nakes yang dilaporkan menyumbang sekitar 2,23 persen dari total kematian corona.
Persentase kematian 181 tenaga kesehatan mungkin terbilang kecil apabila dibandingkan dengan total kematian akibat corona secara keseluruhan. Namun, tiap meninggalnya tenaga kesehatan, maka akan berkurang kemampuan rasio pelayanan kesehatan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Misalnya, data World Bank menyebut Indonesia memiliki rasio dokter sebesar 0,4 per 1.000 penduduk (2018). Sementara rasio perawat ada di angka 2,0 (2017). Artinya, rasio dokter dan perawat tersebut akan semakin berkurang jika ada di antara mereka yang meninggal.
Terkait banyaknya kematian tenaga kesehatan ini, khususnya dokter, Ketua IDI Daeng M Faqih menuntut adanya upaya mencegah korban lebih banyak lagi. Salah satunya dengan merutinkan tes PCR.
"Masih banyak dokter yang kesulitan dapat akses tes PCR rutin (secara gratis)," kata Humas PB IDI Halik Malik kepada kumparan, Senin (7/9).
Sementara, pemerintah baru akan menginvestigasi penyebab banyaknya kematian tenaga kesehatan. Yakni dengan membentuk tim khusus di bawah Satuan Tugas Penanganan COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Tim ini yang akan dilengkapi dari tim satgas, tim yang menilai protokol kesehatan harus ditingkatkan supaya dokter harus baik. Sejak awal kita sampaikan apa sih fungsi komite? Mempercepat. Hari ini juga sama. Kenapa data-data dari IDI (diperlukan), kita ingin pastikan baik dari tim garda terdepan, dokter dan perawat," kata Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan Virus Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, Kamis (3/9).
***