kumparan
18 Oktober 2018 18:48

Indonesia Prihatin dengan Hilangnya Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi. (Foto: Instagram/@jkhashoggi)
Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri berkomentar terkait hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Turki. Khashoggi dikenal sebagai jurnalis yang kerap mengkritik kebijakan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.
ADVERTISEMENT
"Tentu kita sangat prihatin," ucap juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir dalam press briefing, Kamis (18/10) di kantor Kemlu jalan Pejambon, Jakarta Pusat.
Arrmanatha mengatakan, pemerintah berharap misteri mengenai hilangnya Khashoggi bisa terpecahkan. Sehingga pihak yang terbukti bersalah dapat dihukum sesuai aturan berlaku.
Jubir Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir
Jubir Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Foto: Yudhistira Amran/kumparan)
"Tentunya kita berharap benar-benar bisa diketahui apa sebenarnya yang terjadi di situ, dan bisa terungkap pelakunya," tutur dia.
"Bisa pula diambil langkah-langkah hukum (kepada pelaku) sesuai dengan hukum yang berlaku, baik di Turki maupun di Arab Saudi," kata Arrmanatha.
Khashoggi hilang pada 2 Oktober lalu. Keberadaannya tak diketahui usai masuk ke gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan untuk melaksanakan perkawinan.
Saat ini, tim investigasi gabungan antara Turki dan Saudi sudah melakukan penyelidikan mendalam terkait hilangnya Khashoggi.
ADVERTISEMENT
Spekulasi mengenai keberadaan Khashoggi hingga kini terus bergulir. Termasuk dugaan, Khashoggi telah dihabisi nyawanya oleh Pemerintah Saudi sendiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan