News
·
5 Juni 2021 17:53
·
waktu baca 2 menit

Ini Solusi Menkes Budi Sadikin Tangani Corona di Kudus yang Semakin Melonjak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Solusi Menkes Budi Sadikin Tangani Corona di Kudus yang Semakin Melonjak (399683)
searchPerbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memantau penangan COVID-19 di Puskesmas Jati Kudus. Foto: Dok. kumparan
Kasus aktif corona di Kudus semakin bertambah. Berdasarkan data per Sabtu (5/6) pukul 12.00 WIB yang dilansir situs corona.jatengprov.go.id, jumlah kasus aktif corona di Kudus mencapai 1.606 orang.
ADVERTISEMENT
Budi Sadikin bahkan secara khusus menuju Kudus pada Sabtu (5/6). Dia mengunjungi sejumlah rumah sakit dan layanan kesehatan di kota kretek itu. Budi tak banyak berbicara saat berada di Kudus. Dia kemudian bertolak ke Semarang untuk bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kepada Ganjar, Budi memberikan solusi serta saran penanganan tingginya kasus corona di Kudus. Menkes Budi langsung memberikan saran kepada Ganjar untuk diteruskan ke Bupati Kudus Hartopo. Sebab, Menkes menemukan banyak sekali ketidaksiapan Pemkab Kudus dalam menangani lonjakan kasus COVID-19 usai lebaran 2021.
"Maka saya minta pak Ganjar membantu. Beliau kan pembina, jadi bisa mendukung Bupati Kudus kalau tekanannya terlalu banyak. Kadang-kadang Bupati pusing mesti ngapain, tapi kalau ada kakaknya, maka dia tenang. Sebagai kakak, pak Gub bisa membantu backup," kata Budi di Semarang, Sabtu (5/6).
ADVERTISEMENT
Budi menjelaskan, ada beberapa yang harus dibenahi di Kudus. Di antaranya beban nakes dan rumah sakit dalam menghadapi lonjakan kasus.
Ia meminta pasien COVID-19 namun tanpa gejala (OTG) hanya perlu diisolasi terpusat. Tidak harus dirawat di rumah sakit. Artinya, Pemkab Kudus harus menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pasien OTG.
Selain itu, ia juga meminta Kudus untuk mempercepat testing dan tracing. Mobil PCR dari Yogyakarta juga sudah dikirimkan ke lokasi itu.
"Saya juga sudah kirim 50.000 vaksin ke Kudus dan daerah penyangga sekitarnya juga akan kami tambah jatah vaksinnya. Dengan cara-cara ini, insyaallah bisa dikendalikan," kata dia. Budi juga memberikan solusi terkait adanya 358 nakes di Kudus yang terpapar COVID-19. Menurut dia, dengan kondisi itu, sudah seharusnya pemerintah Kudus mengurangi beban kerja para nakes yang masih sehat.
ADVERTISEMENT
"Saya minta yang pertama tekanan di rumah sakit dan tenaga kesehatan dikurangi. Saya minta tolong kalau pasien yang berat-berat dikirim ke Semarang saja," ujar Budi.
Selain itu, Budi juga meminta agar tenaga kesehatan yang bertugas diberikan tempat tinggal sementara yang terpusat.
"Karena banyak sekali nakes yang terpapar maka saya minta yang dijaga justru waktu di keluarganya bukan di rumah sakitnya. Kalau perlu di-asramakan saja nakesnya, agar mereka tidak tertular saat pulang," kata Budi.