kumparan
19 Apr 2018 18:26 WIB

Inka Anak Penggali Kubur Merasa Berdosa Baca e-Book Bajakan

Inka Kusmayanti. (Foto: Marissa Krestianti/kumparan)
Memiliki keterbatasan finansial tidak membuat Inka Kusmayanti patah semangat meraih cita-citanya untuk menjadi dokter. Dengan kesederhanaannya, memanfaatkan e-book bajakan, Inka berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran Bandung, melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018.
ADVERTISEMENT
Kepada kumparan, Inka menceritakan sejak kecil dirinya telah hidup tanpa televisi. Namun Inka mengaku bersyukur tanpa disediakan fasilitas oleh sang ayah ia bisa bersahabat dengan buku.
"Buku itu sudah aku jadiin hiburan dari kecil, yaa memang karena cuman adanya buku dan juga ada laptop dari saudaraku, di laptop pula aku manfaatkan untuk baca-baca e-book bajakan," ujar Inka saat berbincang dengan kumparan, Rabu (19/4).
Terbiasa membaca buku sejak kecil, membuat Inka jatuh cinta dengan jendela dunia tersebut. Tak hanya itu, buku juga membuat Inka jatuh hati dengan dunia kedokteran. Menurutnya dengan membaca buku Inka sadar kuasa Tuhan yang begitu besar menciptaan makhluk hidup.
"Semakin aku mengetahui sesuatu di dalam tubuh makhluk hidup yang aku baca dari buku, aku semakin sadar aku tidak ada apa-apanya di mata Allah. Aku kecil banget," ucap Inka.
ADVERTISEMENT
Inka, siswi lulusan SMA Negeri 1 Cimahi, ini mengaku bersyukur dengan adanya buku yang telah menemani hari-harinya. Namun Inka mengaku sedih dan bersalah karena ia belum mampu membeli buku asli dari penulisnya.
Inka Kusmayanti bersama ayahnya. (Foto: Marissa Krestianti/kumparan)
Dia pun berjanji pada dirinya sendiri saat telah membaca 50 judul buku e-book, ia berharap bisa membeli semua judul buku yang pernah ia baca di e-book bajakannya.
"Di situ aku janji sama diri aku kalau aku punya uang aku akan beli semua buku dan novel yang pernah aku baca. Itu mimpi aku pas SMP, karena aku ngerasa bersalah banget aku tahu banget susahnya nulis buku. Apalagi buku sains gitu kan butuh penelitian dan sebagainya," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya ia tidak mau bila karya yang ia ciptakan nantinya juga mudah dibajak oleh orang lain. Pasalnya selain menjadi dokter Inka juga berharap dapat menulis buku.
Inka yang berusia 18 tahun ini juga mengaku senang belajar sendiri dibandingkan mengikuti les di luar sekolah. Selain itu dia memang tak memiliki biaya untuk mengikuti les. Menurutnya dengan belajar sendiri dirumah ia dapat mencari banyak referensi diberbagai macam e-book yang ia download.
"Menurut aku buku itu lebih komplet. Aku tuh orangnya enggak bisa menghafal, jadi tipenya tuh harus ngerti konsep dasar atau pemahaman awal. Nah di buku itu aku senang karena menjelaskan konsep dasarnya," tuturnya.
Selain dari e-book, Inka juga selalu memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk mencari hal yang ingin ia ketahui.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan