kumparan
News22 Februari 2020 14:02

Insiden Siswa Hanyut di Sleman, Polisi Periksa 6 Pembina Pramuka SMP N 1 Turi

Konten Redaksi kumparan
PTR - Jumpa pers bersama pihak SMPN 1
Jumpa pers bersama pihak SMPN 1 Turi, Basarnas, Polda DIY di SMPN 1 Turi. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
8 orang siswa dinyatakan meninggal usai hanyut saat kegiatan ekstrakurikuler Pramuka Susur Sungai di Sungai Sempor, Pedukuhan Dukuh, Desa Donokerto, Turi, Sleman. Buntut dari peristiwa itu, polisi memeriksa 6 orang yang merupakan pembina pramuka.
ADVERTISEMENT
"Kita sudah memeriksa para pembina pramuka, sementara 6 orang. Hasil pemeriksaan belum bisa disampaikan," ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto dalam jumpa pers di SMP N 1 Turi, Sabtu (22/2).
Jumpa pers bersama pihak SMPN 1 Turi, Basarnas, Polda DIY
Jumpa pers bersama pihak SMPN 1 Turi, Basarnas, Polda DIY di SMPN 1 Turi. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Yuliyanto belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan karena masih dalam penyelidikan. Tak hanya pemeriksaan, polisi juga akan meminta informasi Kwratir tentang SOP kegiatan Pramuka yang berisiko tinggi.
"Kita belum bisa menentukan di antara mereka siapa yang bisa bertanggung jawab penuh atas peristiwa ini," katanya.
Sungai Sempor tempat Siswa-siswi SMPN 1 Turi hanyut
Suasana di Sungai Sempor tempat Siswa-siswi SMPN 1 Turi hanyut, Sabtu (22/2). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Yuliyanto menjelaskan, proses pemeriksaan akan dilakukan dengan hati-hati.
"Tidak buru-buru, karena mereka yang diperiksa jelas statusnya yakni guru di sekolah itu dan keberadaannya. Semuanya memungkinkan jadi tersangkanya. Ini masih pemeriksaan, jadi bukan hanya dari pembina, muridnya juga akan diperiksa tapi sementara murid masih trauma," kata dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan