News
·
27 April 2021 12:47

Inspirasi Masjid Jogokariyan Patungan Beli Kapal Selam: Sejarah Dakota RI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Inspirasi Masjid Jogokariyan Patungan Beli Kapal Selam: Sejarah Dakota RI  (58210)
Gerakan menggalang donasi Masjid Jogokariyan. Foto: Dok. Istimewa
Masjid Jogokariyan tengah galang donasi untuk membantu TNI AL membeli kapal selam. Ide ini muncul dari anak-anak di masjid tersebut setelah ada insiden kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan utara Bali.
ADVERTISEMENT
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir mengatakan selepas Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) Masjid Jogokariyan menggalang donasi itu banyak orang yang ingin berpartisipasi. Dia tidak memungkiri sejarah di masa lampau jadi inspirasi penggalangan dana ini.
Dahulu pesawat pertama Indonesia, Dakota RI-001 Seulawah dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh.
"Kami yakin karena begini, Indonesia punya pesawat pertama dari urunan rakyat Aceh. Pembeli pesawat pertama Indonesia itu bukan dari APBN bukan dari utang luar negeri tapi urunan rakyat kan gitu. Itu sejarah sudah membuktikan bisa kalau rakyat bergerak," kata Jazir dihubungi, Selasa (27/4).
Inspirasi Masjid Jogokariyan Patungan Beli Kapal Selam: Sejarah Dakota RI  (58211)
Masjid Jogokariyan buka donasi patungan beli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402. Foto: Dok. Istimewa
Kemudian, sejarah kedua pada tahun 1949. Saat itu pemerintah Indonesia yang tidak memiliki uang mendapat bantuan dari Keraton Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
"Pemerintah tidak punya uang apa-apa untuk melanjutkan pemerintahan ternyata Sultan Hamengku Buwono IX membantu dengan cek sebesar 6 juta gulden. Pemerintah bisa jalan," ujarnya.
Jazir mengatakan bermula dari niat anak-anak yang penuh imajinasi diharapkan bisa menjadi gerakan rakyat. Indonesia akan bangkit ketika rakyat peduli dengan negaranya.
"Negara (ketika) belum punya apa-apa dia menggerakkan rakyat untuk iuran. Mosok si orang bisa korupsi puluhan triliun di Indonesia, urunan untuk membeli yang hanya Rp 1,7 triliun nggak bisa," ujarnya.
"Coba aja itu dana Asabri dana Jiwasraya itu kan mereka cuma berapa gelintir orang bisa korupsi triliunan. Mosok rakyat yang segini banyak nggak bisa menghimpun dana kebaikan kira-kira begitu," katanya.
Meskipun dihimpun masjid, siapa pun boleh berdonasi baik muslim maupun bukan muslim. Rencananya donasi dibuka 1 bulan dan bisa saja diperpanjang menjadi 2 bulan.
ADVERTISEMENT
"Siapa pun boleh berdonasi yang penting niat kami menghidupkan semangat kebangsaan dan gotong royong rakyat," ujarnya.