Intel Korsel Bongkar Rencana Serangan Korut ke Warga dan Kedutaannya

3 Mei 2024 13:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bendera Korea Selatan. Foto: railway fx/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera Korea Selatan. Foto: railway fx/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (3/5) mengungkap rencana Korea Utara (Korut) menyerang kedutaan dan warganya. Korsel menyebut rencana aksi Korut itu sebagai tindakan terorisme.
ADVERTISEMENT
Saat ini Kemlu Korsel sudah menaikkan level waspada di misi diplomatik mereka di lima negara yaitu Kamboja, Laos, Vietnam, Vladivostok di Rusia, dan Sheyang di China.
Menurut Badan Intelijen Nasional Korsel, dugaan mereka mengenai rencana Korut terdeteksi di China, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.
"Korea Utara telah mengirimkan agen ke negara-negara itu untuk memperluas pengawasan terhadap Kedutaan Korsel dan juga terlibat dengan kegiatan spesifik seperti mencari warga negara Korsel potensial menjadi target aksi teroris," kata badan intelijen Korsel seperti dikutip dari Reuters.
Korsel menduga, rencana aksi teroris terkait gelombang pembelotan elite Korut yang terjebak di luar negeri sejak pandemi.
Korut memandang pembelotan sebagai pidana serius. Korut bahkan akan memberikan hukuman berat bagi pembelot, keluarga mereka dan yang terlibat.
ADVERTISEMENT
Keterangan Kementerian Unifikasi Korsel ada 196 pembelot Korut yang tiba di negaranya pada 2023 lalu. 10 Di antaranya adalah elite Korut seperti diplomat dan anak-anaknya.
Angka pada 2024 merupakan pembelotan terbesar elite Korut sejak 2017 lalu.
Pada 2024 ini pemimpin Korut Kim Jong-un mengumumkan Korsel sebagai musuh utama. Kim bahkan mengancam perang bila Korsel melanggar kedaulatan teritorial.