Jadi Tersangka Penipuan, Eks Ketua DPRD Jabar dan Istri Ditahan Kejaksaan

18 November 2022 19:26
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi penangkapan tersangka kasus kriminal. Foto: Irsan Mulyadi/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penangkapan tersangka kasus kriminal. Foto: Irsan Mulyadi/ANTARA
ADVERTISEMENT
Eks Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara dan istrinya Endang Kusumawaty akhirnya ditahan Kejari Cimahi. Kedua tersangka kasus penipuan bisnis SPBU ini ditahan usai Bareskrim melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan.
ADVERTISEMENT
"Betul, tersangka dilimpahkan ke Kejari Cimahi karena locus-nya berada di situ," kata Kasipenkum Kejati Jabar Sutan Harahap melalui keterangannya pada Jumat (18/11).
Dihubungi terpisah, Kasi Intel dari Kejari Cimahi Carlo Lumban menuturkan, Irfan dan Endang ditahan selama 20 hari terhitung sejak Kamis (17/11).
"Barang buktinya ada surat, bukti transfer dan sebagainya. Nanti saya koordinasi lagi karena untuk daftar barang buktinya banyak," ujarnya.
Lumban menyebut, keduanya ditahan terpisah. Untuk tersangka Irfan ditahan di Rutan Kebon Waru. Sedangkan istrinya Endang ditahan di Sukamiskin.
"IS (Irfan Suryanagara) ditahan di rutan Kebon Waru dan EK (Endang Kusumawaty) di Sukamiskin karena kalau sudah tahap dua sudah ada penyerahan tersangka dan barang bukti," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, eks Ketua DPRD Jawa Barat periode 2009-2014, Irfan Suryanagara, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus bisnis SPBU. Dia tetapkan sebagai tersangka bersama istrinya, Endang Kusumawaty.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menjelaskan, kasus ini bermula ketika Irfan dan istrinya dilaporkan oleh seorang korban berinisial SG atas tindak pidana penipuan dan atau penggelapan serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dugaan tindak pidana itu dilakukan dalam periode 2014-2019. Pasutri itu diduga melakukan penipuan dengan menjanjikan kerja sama dalam pembelian dan pengelolaan SPBU.
Korban juga sempat dirayu oleh kedua tersangka untuk membeli sebidang tanah dan rumah yang bakal digunakan tempat tinggal karyawan SPBU.
"Atas hal tersebut, korban tidak pernah mendapatkan keuntungan sebagaimana yang dijanjikan oleh tersangka dan korban telah mengalami kerugian sebesar Rp 77 miliar," ungkap Nurul.
ADVERTISEMENT
Dari hasil penyelidikan, lanjut Nurul, penyidik Bareskrim Polri kemudian melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti. Yakni empat unit SPBU di Karawang, Cirebon, Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020