Jakarta Intercultural School Mulai Sekolah Tatap Muka Secara Blended Learning
·waktu baca 4 menit
Jakarta Intercultural School (JIS) terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan di DKI Jakarta untuk uji coba sekolah tatap muka secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning) mulai Rabu (7/4).
Sebagai salah satu sekolah percontohan dari Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), JIS menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, para ahli dari organisasi kesehatan internasional, dan Kemendikbud.
Kerja sama dalam rangka membuat rencana komprehensif yang memungkinkan siswa, guru, dan anggota staf tetap aman saat pembukaan sekolah di era new normal.
Head of School JIS, Dr. Tarek Razik, memastikan keamanan siswa dan guru saat sekolah tatap muka adalah hal yang utama, sehingga penerapan protokol kesehatan secara ketat adalah pedoman yang harus dijalankan secara maksimal.
“Kemampuan Jakarta Intercultural School untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi siswa kami adalah faktor terpenting dalam persiapan kembali ke kampus pada hari ini, 7 April 2021. Dengan adanya protokol serta pedoman social distancing yang ketat selama berada di kampus, para siswa dapat kembali ke kelas," ujar Tarek dalam keterangan resminya.
Tarek mengatakan, pihaknya telah menyiapkan JIS Health and Safety Protocol untuk memastikan lingkungan sekolah bersih dan aman. Lewat program ini, JIS memiliki protokol yang lengkap sejak para murid tiba di kampus, masuk kelas, saat proses belajar hingga pulang.
"Ini adalah komitmen kami untuk tetap menjaga kesehatan seluruh murid, guru dan karyawan dengan tetap memberikan kualitas pendidikan terbaik dalam situasi new normal,” jelasnya.
Pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka di JIS pun ditinjau langsung Kepala Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Pusat, Uripasih; dan Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman.
Pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun mengapresiasi langkah dan kesiapan JIS memulai sekolah tatap muka. Momon mengatakan, JIS dan sejumlah sekolah lainnya telah diseleksi secara ketat untuk menjadi percontohan uji coba sekolah tatap muka dengan sistem blended learning di tengah pandemi corona.
“Program percontohan ini bertujuan untuk mengamati dan menentukan kesiapan sekolah untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka. Sekolah yang terpilih kemudian diseleksi setelah melalui proses asesmen yang ketat dengan mempertimbangkan kesiapan mereka dari segi fasilitas kesehatan dan metodologi blended learning," terangnya.
"JIS merupakan salah satu dari 85 sekolah yang memenuhi kriteria asesmen dan pelatihan. Kami berharap JIS bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Jakarta dan Indonesia,” imbuhnya.
Dalam penerapan protokol new normal, JIS berpegang pada empat pilar utama, yaitu kebersihan, kesehatan, dan keamanan (khususnya waktu istirahat), serta dukungan sosial dan emosional.
Protokol Kesehatan yang Diterapkan Jakarta Intercultural School
Pada aspek kebersihan, JIS memastikan setiap ruang kelas selalu dibersihkan dengan desinfektan berstandar tinggi yang dapat membunuh bakteri dan virus namun tak beracun. Setiap pegangan pintu, keran hingga kamar mandi juga terjaga bersih setiap hari. Area-area dengan trafik tinggi akan jadi prioritas utama.
Selain mewajibkan penggunaan masker, JIS juga menyediakan tenaga kesehatan di kampus untuk mendukung seluruh kebutuhan kesehatan, termasuk pencegahan transmisi COVID-19.
Mereka sudah menjalani pelatihan khusus untuk menangani COVID-19 dan dilengkapi pakaian pelindung saat memeriksa siswa, dan setiap hari selalu diganti pakaian baru.
Kemudian, di setiap kelas dan pintu masuk juga terdapat hand sanitizer. JIS juga mendorong seluruh anggota komunitas untuk selalu mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.
Tempat pencucian tangan juga terpasang di setiap pintu masuk, termasuk di luar ruang kelas, dan seluruh komunitas JIS secara rutin diingatkan untuk mencuci tangan sepanjang hari, terutama saat istirahat.
Ruang kelas dilengkapi penjernih udara Sharp dengan filter HEPA dan teknologi ion plasmacluster untuk membersihkan udara di ruang kelas. Pembersih ini memenuhi Clean Air Delivery Rate (CADR) untuk keluarga virus SARS, termasuk corona.
Para konselor dan psikolog sekolah juga dapat dijumpai para siswa untuk mereka yang merasa cemas kembali ke sekolah setelah satu tahun menjalani online learning.
Sebagai bagian dari komitmen memajukan pendidikan Indonesia, JIS siap bermitra dengan sekolah lain dalam membantu sekolah tatap muka, sesuai instruksi dan peraturan pemerintah.

