kumparan
28 Oktober 2019 10:04

Jaksa Agung Minta Pemuda Perkuat Karakter, Jauhi Radikalisme-Narkoba

Suasana Upacara Sumpah Pemuda di lapangan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan
Suasana Upacara Sumpah Pemuda di lapangan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Senin (28/10). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Kejaksaan Republik Indonesia menggelar upacara Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Burhanuddin menyampaikan terima kasih kepada pemuda yang sudah berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda, sehingga menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI," ujar Burhanuddin di lapangan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Senin (28/10).
Dari amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakannya, Burhanuddin menyebut Sumpah Pemuda tahun ini bertemakan "Bersatu Kita Maju". Tema ini diharapkan dapat mendorong kembali semangat para pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa melalui persatuan.
ST Burhanuddin juga menyinggung soal kemajuan teknologi yang kini menjadi tantangan baru bagi pemuda Indonesia. Berbagai positif dari teknologi memang banyak, tetapi juga mempengaruhi moral anak-anak bangsa jika tidak dapat bijak memanfaatkannya.
Suasana Upacara Sumpah Pemuda di lapangan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan
Suasana Upacara Sumpah Pemuda di lapangan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Senin (28/10). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
"Pada sisi yang lain perkembangan (teknologi) ini mempunyai dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dari terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ST Burhanuddin mengingatkan teknologi juga bisa merubah karakter seseorang menjadi individualistik. Maka dari itu, dari semua kemajuan dan kecanggihan teknologi, para pemuda diharapkan bisa memanfaatkannya untuk bersaing di tingkat dunia internasional.
"Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan