kumparan
News19 Juli 2019 1:05

Jatim Terima 4 Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik dari PBB

Konten Redaksi kumparan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Foto: Antara/Zabur Karuru
Sebanyak empat inovasi pelayanan publik dsri Pemprov Jawa Timur mendapat penghargaan dari United Nation Public Services Award (UNPSA). Inovasi tersebut yaitu Underwater Restocking, Jalin Matra PFK, Ayokerja, dan simPADU-PMI.
ADVERTISEMENT
Penghargaan tersebut diserahkan melalui Kemenpan RB saat penganugerahan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/7).
"Saya berharap yang sudah sukses tetap melakukan inovasi berikutnya, karena ini berkaitan dengan pelayanan publik," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai acara.
Khofifah mengatakan atas capaian ini agar pihaknya tidak berpuas diri. Sebab, tujuan dari inovasi pelayanan publik adalah agar masyarakat terlayani dengan baik.
"Puas dengan layanan Pemprov, Pemkab, Pemkot, saya rasa itu substansinya (inovasi pelayanan publik)," kata Khofifah.
Khofifah mengapresiasi jajaran pemerintah kota maupun kabupaten di wilayahnya yang telah berinovasi. Dia berharap inovasi terus dilakukan dengan atau tanpa adanya penghargaan.
"Awarding ini akan jadi pendorong semangat untuk seluruh institusi untuk terus jangan pernah berhenti melakukan inovasi pelayanan publik," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Menpan RB Syafruddin mengatakan dari tahun ke tahun tren pemerintah daerah dalam berinovasi terus meningkat. Totalnya, dari tahun 2014-2019, terhitung sudah ada 13.214 inovasi pelayanan publik.
"Tahun ini, total 3.156 Inovasi Pelayanan Publik, sehingga membuat para tim independen dan evaluasi kami sampai capek sekali untuk memilih," kata Syafruddin saat memberikan sambutannya.
Syafruddin mengatakan tren naiknya inovasi ini lahir karena kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang lebih baik. Sebab, menurutnya, inovasi adalah kunci bagi bangsa yang menang.
"Bahwa seluruh inovasi yang dilahirkan adalah yang terbaik, untuk Indonesia lebih baik," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan