Jemaah Haji Khusus Mulai Berdatangan ke Madinah

5 Juni 2023 18:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jemaah haji khusus mulai tiba di Madinah. Foto: MCH 2023
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji khusus mulai tiba di Madinah. Foto: MCH 2023
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jemaah haji Indonesia sudah mulai bergerak dari Madinah ke Makkah. Di tengah pergerakan jemaah itu, ada sejumlah jemaah haji khusus yang justru baru tiba di Madinah.
ADVERTISEMENT
Salah satunya, Irfan Setiawan. Dia bersama 282 jemaah haji khusus lainnya sudah tiba di Madinah dan menempati hotel bintang lima di sekitar Masjid Nabawi.
Irfan mengatakan sesuai paket ibadah haji yang ditawarkan PIHK Diyo Group, mereka mendapatkan layanan dengan durasi 29 hari selama Arab Saudi.
"Jadi semua haji khusus alhamdulillah dapat hotel yang dekat-dekat masjid. Kalau di Madinah dekat Masjid Nabawi. Nanti di Mina juga sudah dekat dengan jamarat (lokasi melempar jumrah)," ungkap Irfan, di Hotel Movenpick, Senin (5/6).
Irfan dan jemaah lainnya berada di Madinah selama 9 hari. Dia membayar untuk pelayanan tiga orang yakni dirinya, istri, dan ibunya, yang berusia 65 tahun. Selama di Arab Saudi mereka mendapatkan layanan konsumsi tiga kali sehari.
ADVERTISEMENT
"Beberapa juga snack dan minuman juga dikasih mulai dari kami berangkat sampai ke sini," tutur Irfan.
Jemaah haji khusus mulai tiba di Madinah. Foto: MCH 2023

Awasi Agar Jemaah Dapat Fasilitas Sesuai Harga yang Dibayar

Kepala Seksi Pengawasan Haji Khusus Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH Arab Saudi, Rudy N Ambary, mengatakan tak kurang dari 18.320 jemaah haji khusus akan datang secara bergelombang ke Arab Saudi sampai dengan sekitar 20 Juni mendatang.
Dari jumlah itu, ada yang memilih lebih dulu ke Madinah, ada yang langsung ke Makkah.
Sebagian besar rombongan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Dari situ ada yang singgah di Madinah lebih dahulu, ada yang yang langsung ke Makkah.
Rudy mewanti-wanti PIHK agar mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dalam memberikan pelayanan-pelayanan kepada jemaah. Menurut Peraturan Menteri Agama No 5 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha, pelayanan itu harus sesuai dengan perjanjian yang disepakati jemaah haji khusus dengan PIHK.
ADVERTISEMENT
"Agar jemaah yang sudah membayar dengan harga yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan haji reguler bisa mendapatkan kepuasan dan kenyamanan dalam beribadah," kata Rudy.
Rudy mengatakan para penyelenggara haji khusus akan terus diawasi. Meski jemaah haji khusus mengelola fasilitasnya sendiri, PPIH Arab Saudi tetap akan menindak bila ada PIHK yang tidak memenuhi fasilitas jemaah.
"Misalnya, mereka (PIHK) melakukan pelanggaran, biasanya kita berikan teguran tertulis. Kalau sampai melakukan pelanggaran berat seperti tidak memberangkatkan jemaahnya, mereka mendapat sanksi berat, sampai dicabut izinnya," tegas Rudy.
Di sisi lain, manajemen Diyo Group menyatakan komit memberikan pelayanan sesuai harga yang sudah dibayar jemaah. Paket haji yang mereka tawarkan berdurasi 29 hari dengan harga US$18 ribu atau sekitar Rp 270 juta
ADVERTISEMENT
"Jemaahnya sudah membayar mahal maka harus memberikan pelayanan yang maksimal," tandas Syamirah Arifah, putri pemilik Diyo Group.