kumparan
search-gray
News31 Mei 2019 9:48

Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah

Konten Redaksi kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736122)
Seorang jamaah saat mengaji saat menjalani ritual iktikaf di Masjid Raya Habiburrahman Kota Bandung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ramadhan sudah hampir berakhir dalam hitungan hari. Bulan ini selalu mendatangkan keunikan tersendiri, termasuk sepuluh hari terakhir di Masjid Raya Habiburrahman, Kota Bandung, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Betapa tidak, pada malam-malam ini warna-warni 300 lebih tenda menjadi penghias halaman masjid jemaah yang melaksanakan ritual “iktikaf”. Mereka membawa seluruh keluarganya, menetap sepuluh hari lamanya, beribadah, makan, mandi, dan tidur.
Video
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736123)
Ratusan tenda di Masjid Raya Habiburrahman Kota Bandung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736124)
Menyiapkan makanan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736125)
Jelang berbuka. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736126)
Sejumlah handuk tergantung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736127)
Beristirahat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Iktikaf di masjid ini telah berlangsung sejak 1998. Mulanya masjid yang terletak Jalan Kapten Tata Natanegara tersebut hanya diisi oleh karyawan PT Dirgantara Indonesia atau yang dulunya dikenal dengan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Pada mulanya, jemaah menandai tempat tidur dan penyimpanan barang mereka. Kekhawatiran takut tercecer, hilang atau tertukar, menyebabkan sejak 2011 iktikaf menggunakan tenda berlangsung sampai sekarang.
Setiap tahunnya jemaah yang beriktikaf bisa mencapai 6.000 orang, terutama di malam ganjil penghujung Ramadhan. Tidak hanya dari dalam kota, jemaah dari luar kota ikut berkemah, seperti Batam, Solo, Pekalongan, dan daerah lainnya.
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736128)
Suasana iktikaf di Masjid Raya Habiburrahman Kota Bandung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736129)
Sejumlah alas kaki jamaah iktikaf. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736130)
Suasana di dalam tenda. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736131)
Mengaji. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Dalam kesehariannya, jemaah melaksanakan salat tarawih usai waktu isya diselingi tidur malam, dilanjutkan dengan salat malam berjemaah kurang lebih 3 jam. Setelah itu jemaah melakukan makan sahur, salat subuh, dan dilanjutkan kajian agama Tazkiyatun Nafs. Siang harinya jemaah mengikuti kajian usai ashar dan buka bersama. Peribadatan itu dilakukan secara terus menerus hingga Ramadhan berakhir.
ADVERTISEMENT
Mendirikan kemah sebagai rumah menjadi salah satu cara umat Muslim di Masjid Habiburrahman mengharapkan berkah berlipat ganda untuk menjemput malam teristimewa di sepuluh hari terakhir, yaitu Lailatul Qadar.
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736132)
Iktikaf di Masjid Raya Habiburrahman Kota Bandung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736133)
Mengaji di Masjid Raya Habiburrahman Kota Bandung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Jemput Lailatul Qadar, Jadikan Kemah sebagai Rumah (736134)
Menggunakaan cahaya bantuan saat mengaji. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white