News
·
11 Februari 2021 11:35

Jenderal Listyo Sigit Lepas 40.366 Polisi sebagai 'Pemburu' Kasus COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jenderal Listyo Sigit Lepas 40.366 Polisi sebagai 'Pemburu' Kasus COVID-19 (3797)
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto lepas 40.366 Bhabinkamtibmas sebagai tracer COVID-19. Foto: Dok. Istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara pelepasan 40.366 personel Bhabinkamtibmas sebagai tracer COVID-19. Mereka akan bertugas sebagai 'pemburu' kasus positif dari kontak erat dan suspek.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Sigit mengatakan, tracer merupakan bagian penting untuk deteksi dini COVID-19. Semakin cepat orang terdeteksi, semakin cepat ia bisa diisolasi hingga sembuh serta meredam penularan.
“Setidaknya ada 40.366 personel Bhabinkamtibmas yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer sebagai 7 langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19,” kata Sigit lewat keterangannya, Kamis (1/2).
Sigit menuturkan, berdasarkan arahan Presiden Jokowi bahwa selain disiplin protokol kesehatan, penerapan penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) juga menjadi kunci dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19. Ini juga sejalan dengan program Kemenkes yang menguatkan tracing dengan menggunakan rapid test antigen.
Jenderal Listyo Sigit Lepas 40.366 Polisi sebagai 'Pemburu' Kasus COVID-19 (3798)
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto lepas 40.366 Bhabinkamtibmas sebagai tracer COVID-19. Foto: Dok. Istimewa
“Bapak Presiden telah menekankan bahwa untuk mengatasi pandemi COVID- 19 dengan segala dampaknya, seluruh komponen Bangsa harus bahu membahu menerapkan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun," tutur ia.
ADVERTISEMENT
"Optimisme masyarakat harus terus dijaga dengan keseriusan dan upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19,” ujar Sigit.
Lebih lanjut, Sigit menyebut, saat ini Polri menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang di antaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.
***