News
·
30 April 2020 13:06

Jerman Anggap Hizbullah Teroris, Tangkapi Para Pengikutnya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jerman Anggap Hizbullah Teroris, Tangkapi Para Pengikutnya (117056)
Ilustrasi polisi di Jerman Foto: REUTERS / Kai Pfaffenbach
Jerman resmi memasukkan Hizbullah ke dalam daftar hitam organisasi teroris. Otoritas setempat juga melarang seluruh kegiatan terkait Hizbullah dilakukan di atas tanah Jerman.
ADVERTISEMENT
Keputusan itu dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Jerman pada Kamis (30/4) waktu setempat. Sesaat usai keputusan dikeluarkan, kepolisian langsung melakukan operasi penangkapan anggota Hizbullah.
Sebanyak empat masjid yang terkait dengan Hizbullah di North Rhine-Westphalia, Bremen, dan Berlin, menjadi tempat penyergapan aparat.
Tidak disebutkan berapa anggota Hizbullah yang ditangkap, namun di Jerman diperkirakan ada 1.050 anggota kelompok milisi Syiah tersebut.
"Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer sudah melarang organisasi Syiah Hizbullah di Jerman," sebut keterangan Kemendagri Jerman lewat twitternya seperti dikutip dari Reuters.
"Walau di saat krisis, supremasi hukum tetap mampu bertindak," sambung mereka.
Desember 2019 lalu, parlemen Jerman sepakat untuk mendesak Pemerintahan Kanselir Angela Merkel melarang seluruh aktivitas Hizbullah dan memasukkan mereka ke dalam daftar hitam terorisme.
ADVERTISEMENT
Sebelum Jerman, AS sudah melakukan langkah serupa. Desakan agar Jerman mengakui Hizbullah sebagai teroris juga datang dari AS dan Israel.
Hizbullah merupakan kelompok bersenjata dan politik asal Lebanon yang didukung Iran. Unit militer Hizbullah juga sebagai salah satu penyokong rezim Presiden Bashar Al-Assad di Suriah.
Sebelumnya Jerman tidak memasukkan Hizbullah ke daftar teroris karena menganggap kelompok itu terbagi dua, sayap politik dan militer. Setelah mengetahui peran besar Hizbullah dalam konflik di Suriah, Jerman berubah pikiran.