kumparan
1 Jun 2018 19:15 WIB

Jika Ditolak Jokowi Jadi Cawapres, Cak Imin Pikir-pikir Gabung Prabowo

Cak Imin di kantor kumparan (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar gencar menggalang dukungan ke sejumlah pesantren dan para ulama untuk menjadi cawapres Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Namun, niat Cak Imin menjadi cawapres Jokowi belum menuai kepastian.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Cak Imin mengungkapkan aspirasi seluruh ulama dan kiai kompak mendukung ia menjadi cawapres. Dia menyebut, mayoritas ulama di Indonesia sepakat dan bersatu mendukung ia menjadi cawapres Jokowi.
“Ulama mayoritas sudah bersatu mendukung saya untuk mendorong, memerintahkan maju dalam pilpres 2019. Bagi saya dukungan, perintah para kiai ini tidak bisa tidak, saya harus laksanakan. Tidak ada kata mundur,” katanya di GOR Pancasila, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (1/6).
Oleh karena itu, lanjut Cak Imin, ia akan terus berjuang untuk menjadi cawapres Jokowi sesuai perintah mayoritas ulama NU. Menurut Cak Imin, respons Jokowi sejauh ini positif.
“Positif (respons Jokowi). Kita akan lihat setelah pilkada. Dan menjelang pendaftaran akan diputuskan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Cak Imin tidak bisa menjawab dengan pasti terkait opsi apa yang akan ia ambil jika tidak dipilih menjadi cawapres Jokowi di 2019.
“Sampai hari ini kita belum pernah membicarakan (opsi lain). Kita masih satu opsi agar bersama Pak Jokowi. Bagaimana nanti, belum ada opsi,” ungkap Cak Imin.
Cak Imin dan Prabowo (Foto: kumparan: Nugroho Sejati & Fitra Andrianto)
“Saya roadshow terus bertemu dengan para ketum partai terus. Terakhir dengan Pak Oesman Sapta dan dengan Pak Surya Paloh dan Sekjen PDIP Pak Hasto. Dan nanti akan ada pertemuan-pertemuan lagi,” kata dia.
Namun apabila Jokowi tidak memilihnya untuk menjadi pendampingnya sebagai cawapres di Pilpres 2019, Cak Imin mengaku akan sakit hati dan membuka pintu untuk capres lain yang tertarik menggaetnya.
ADVERTISEMENT
“Kalau JOIN (Jokowi-Cak Imin) tidak jodoh gimana? Atau kalau JOIN ditolak Jokowi gimana? Kalau bertepuk sebelah tangan ya patah hati. Ya kalau patah hati masuk kamar tutup pintu, zikir. Kita tunggu siapa (capres) yang nyetop duluan, baru kita ikut, kita ajak,” ungkapnya.
Cak Imin Semobil dengan Jokowi (Foto: Dok. Istimewa)
Namun, ia mengakui, sejumlah ulama di Jawa Barat sempat menanyakan terkait langkah apa yang akan diambil NU jika ia tak dipilih Jokowi menjadi cawapres. Cak Imin tak bisa menjawab secara pasti dari pertanyaan para ulama tersebut.
“Apapun hasilnya nanti, NU tetaplah NU. Apapun hasilnya pasti akan didukung. Saya akan tetap bertemu, silaturahmi kepada seluruh ulama, terus menguatkan konsolidasi,” paparnya.
Cak Imin meyakini, Jokowi akan memilihnya sebagai cawapres 2019. Untuk mewujudkan itu, dia akan terus melobi seluruh elite politik terutama elite partai-partai koalisi pendukung Jokowi.
ADVERTISEMENT

Cak Imin ini ibarat teh botol sosro. Apapun makannya, minumnya teh botol sosro. Jadi siapapun capresnya, cawapresnya Cak Imin.

- Muhaimin Iskandar

Dia melanjutkan, sebelum ia menerima capres alternatif selain Jokowi, ia terlebih dahulu akan menemui seluruh ulama NU di Nusantara. Tujuannya untuk melakukan konsolidasi sekaligus meninta arahan terkait pilihan capres alternatif.
“Sejauh ini Pak Prabowo saya lihat belum secara pasti menjadi capres. Tapi, Prabowo bisa menang kalau wapresnya Cak Imin. Jadi, kalau JOIN ditolak, kita kumpul lagi, kita konsolidasi kita arahkan ke mana langkah kita,” ujarnya.
Maka dari itu, Cak Imin meminta ratusan ulama dan pimpinan pondok pesantren yang hadir dalam halaqoh kebangsaan itu agar menyampaikan keseriusannya menjadi cawapres kepada seluruh santri di Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
“Saya mohon doa mohon restu agar niat dan perjuangan saya mendapat ridho allah. Di Demak ini banyak kiai, banyak santri. Tolong dititipkan sampaikan kepada seluruh santri di setiap doa-doa agar kesuksesnan kelancaran kesejahteraan saya dapatkan dalam perjuangan saya,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan