kumparan
26 Februari 2018 17:10

JK hingga Akbar Tandjung Hadiri Silaturahmi Nasional KAHMI

JK di Silatnas KAHMI di Kantor Wapres
JK di Silatnas KAHMI di Kantor Wapres (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Silaturahmi Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Turut hadir dalam kesempatan ini, sejumlah tokoh dan aktivis seperti Akbar Tandjung, anggota Majelis Nasional Presidium KAHMI Siti Zuhro hingga Ahmad Dolly Kurnia.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan itu, Siti Zuhro mengucapkan terima kasih kepada JK selaku Ketua Dewan Etik KAHMI yang dapat membuka silaturahmi.
"KAHMI melakukan silaturahmi yang tentunya kita sangat berterima kasih kepada Wapres yang notabene Ketua Dewan Etik berkenan untuk kami bersilaturahmi. Ini cara kita mempererat tali silaturahmi, komunikasi kita efisien lebih saling mengenali," kata Siti di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Senin (26/2).
Dalam sambutannya, JK mengingatkan kepada puluhan anggtoa KAHMI bahwa Indonesia masih tertinggal dengan negara lain di banyak bidang. JK meminta seluruh anggota KAHMI selalu membicarakan masa depan.
"Apa masalah bangsa ini? Kita kalah dengan negara lain. Kita kekurangan inovasi entrepreneur, penemuan intelektual baru. Karena itu maka yang kita bicarakan selalu masa depan, tentu masa lalu perlu diketahui tapi bukan tujuan. Sama dengan universitas itu melihat ke depan, bukan lihat ke belakang," ujar JK.
ADVERTISEMENT
Ia juga sesekali bercanda kepada para anggota KAHMI, yang beberapa datang sebagai politisi. Ia berkelakar seluruh anggota KAHMI yang menjadi politisi jika bergabung di parlemen akan bersatu dan berhasil.
"Untuk kemajuan bangsa negara, mencapai tujuan itu segala langkah harus kita tempuh. Kebetulah presidium ini lengkap, ada Golkarnya, ada PAN nya, ada Gerindranya, ada Demokratnya. Saya kira kalau kita bikin koalisi di parlemen, kita menang," kelakar JK disambut tawa hadirin.
"Artinya apabila ada sesuatu kita capai insan akademis kita bisa lewat parlemen, bisa lewat pengusaha birokrat, bisa di akademisi. Karena itu KAHMI ini tetap orang intelektual dengan pikiran langkah akademis," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan