Jusuf Kalla di Aceh
29 Desember 2020 18:22

JK: Kalau Tidak Mau Terjangkit COVID-19, Ya Divaksinasi Cuma 1 Menit Disuntik

JK: Kalau Tidak Mau Terjangkit COVID-19, Ya Divaksinasi Cuma 1 Menit Disuntik (41460)
Jusuf Kalla di Aceh, Selasa (29/12). Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan ke Aceh. Dalam kunjungan itu, JK berbicara terkait vaksinasi yang akan dimulai pada Januari 2021.
ADVERTISEMENT
JK mengimbau masyarakat Aceh tidak perlu takut untuk disuntik vaksin COVID-19. Sebab hal itu demi upaya memutus penularan virus corona.
“Ya kalau mau tidak terjangkit ya pasti divaksinasi, gitu aja. Itukan hanya mungkin kurang dari pada 1 menit di suntik. Dari pada tinggal 14 hari di rumah sakit bagaimana?” kata JK di Aceh, Selasa (29/12).
JK memaparkan, berdasarkan sejumlah bukti ilmiah, vaksinasi mampu menekan penyebaran virus corona. Oleh sebab itu ia meminta proses vaksinasi segara dijalankan.
“Jadi suka atau tidak suka harus dijalankan. Takut sih itu cuma setengah menit, setengah menit sedikit sakit, dibanding dengan 14 hari rumah sakit,” ucap JK sambil tertawa.
Kunjungan JK ke Aceh ini dalam rangka melantik Dewan Kehormatan dan pengurus PMI Aceh periode 2020-2025 di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh.
ADVERTISEMENT
Usai melantik para pengurus baru tersebut, Ketua Umum PMI Pusat itu berpesan agar PMI Aceh dapat semakin maksimal berkontribusi dalam berbagai aksi di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Apalagi di tengah pandemi COVID-19, keberadaan PMI akan sangat membantu dalam melakukan kerja-kerja kemanusiaan,” tuturnya.
JK berharap kepengurusan baru PMI Aceh selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar organisasi yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan.
Lebih lanjut, JK menuturkan di tengah pandemi COVID-19 ini, PMI bertugas melaksanakan atau memberikan pendidikan kepada masyarakat, tentang bagaimana mencuci tangan dengan baik, memakai masker, dan juga memberikan juga bantuan kepada masyarakat.
“Kemudian melaksanakan disinfektan karena virus itu ada di mana-mana. Itu operasi PMI di seluruh Indonesia, disinfektan untuk mematikan virus,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT