kumparan
7 Mei 2019 15:33

JK soal Wiranto Bentuk Tim Awasi Ucapan: Siapa Saja, Tak Cuma Tokoh

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Fairmont, Jakarta
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Fairmont, Jakarta. Foto: Dok. Setwapres
Menkopolhukam Wiranto memutuskan membuat tim hukum untuk mengawasi ucapan tokoh yang melanggar hukum. JK mengatakan hal tersebut tak cuma berlaku untuk tokoh saja, melainkan kepada siapa saja yang ucapannya diduga melanggar hukum.
ADVERTISEMENT
"Namanya hukum kan tidak mengatakan hanya berlaku untuk tokoh, kan tidak, siapa saja," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).
Meski begitu, JK mengatakan tak semua ucapan yang mengkritik akan dicap melanggar hukum. Menurutnya, tim yang dibentuk Wiranto tersebut akan memantau dan mengawasi siapa saja yang ucapannya sudah jelas telah melanggar hukum.
"Karena itu orang-orang yang membuat hoaks, mencerca, maka (itu diawasi) kalau melanggar hukum, jangan lupa. Tidak semua orang yang mengkritik kena hukum, tidak. Kalau melanggar hukum harus mendapatkan ganjaran hukum," jelas JK.
Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto sepakat untuk membentuk tim hukum nasional. Tim ini bertugas mengkaji ucapan hingga tindakan dari tokoh-tokoh tertentu yang dianggap melanggar hukum.
ADVERTISEMENT
Tim tersebut akan terdiri dari pakar hukum tata negara hingga profesor dari beberapa universitas. Mereka nantinya bertugas mengusut potensi pelanggaran hukum yang mungkin terjadi.
"Hasil rapat, salah satunya adalah kita membentuk tim hukum nasional. Yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu, siapa pun dia, yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum," kata Wiranto di Kantor Menkopolhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/6).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan